oleh

Perangkat Kelurahan Usul Kenaikan Insentif

Fabian Kaloh beri motivasi ke Pala-Ketua RT

METRO, Bitung- Anggota DPRD Sulut Fabian Kaloh melaksanakan kegiatan reses dalam rangka menyerap aspirasi warga. Ia juga tak lupa memberi motivasi bagi aparat pemerintah di level bawah, yakni Ketua RT, Pala dan Lurah.

Kegiatan reses dimaksud digelar Rabu (24/11) kemarin di Kecamatan Girian dan Madidir. Kegiatan itu dalam rangka reses masa sidang ketiga tahun sidang 2021 DPRD Sulut.

Seperti biasa, sejumlah aspirasi warga mencuat pada kesempatan itu. Beberapa diantaranya adalah perbaikan kerusakan di Jalan 46, penanganan terhadap banjir yang kerap terjadi, optimalisasi layanan air bersih, dan penyaluran bantuan dampak pandemi Covid-19.

Menariknya, ada juga usulan tentang kenaikan insentif bagi Pala dan Ketua RT. Usulan tersebut disampaikan Zubair Paputungan, Ketua RT 16, Kelurahan Wangurer Barat.

“Kami harap Pak Ebi (sapaan akrab Fabian,red) bisa menyampaikan ini ke Pak Walikota. Kalau insentif naik kinerja kami pasti akan lebih baik,” ujarnya yang langsung disambut antusias semua yang hadir.

Zubair mengaku usulan itu bukan didasari kepentingan pribadi. Ia menyebut hal dimaksud untuk lebih memotivasi mereka dalam bekerja.

“Tugas kita melayani masyarakat karena kita sebagai ujung tombak pemerintah. Tapi terus terang kewajiban kita bukan cuma itu. Kita juga punya kewajiban melayani istri-suami dan anak di rumah,” tuturnya sambil tersenyum.

Usulan di atas mendapat respon positif dari Fabian. Sekalipun bukan bagian dari tupoksinya, ia berjanji akan meneruskan hal itu ke Pemkot Bitung. Terlebih ia tahu betul insentif perangkat kelurahan di daerah ini masih terbilang rendah.

“Saya catat dan akan saya teruskan. Saya yakin Pak Maurits (Mantiri) dan Pak Hengky (Honandar) akan memikirkan usulan ini,” katanya.

Sekedar informasi, Pemkot Bitung saat ini memberi insentif bagi Pala sebesar Rp 1.750.000 per bulan, dan Ketua RT senilai Rp 1.250.000 per bulan.

Dalam kegiatan reses kemarin Fabian banyak berbagi kenangan dirinya semasa menjadi birokrat di Pemkot Bitung. Kebetulan jabatan terakhirnya sebelum pensiun dini sebagai Asisten I, sehingga punya kaitan erat dengan tupoksi Lurah, Pala dan Ketua RT.

Tujuan ia berbagi kenangan adalah memotivasi perangkat kelurahan yang hadir. Ia meminta mereka bekerja sebaik mungkin menjadi kepanjangan tangan Walikota dan Wakil Walikota. Personel Komisi I DPRD Sulut ini mengibaratkan Pala dan Ketua RT sebagai wajah dari Pemkot Bitung.

“Ada warga yang tidak suka Walikota bukan karena Walikotanya, tapi karena sikap aparat pemerintah yang ada di bawah. Misalnya, ada Pala dan Ketua RT yang malas kerja bakti. Itu dampaknya pasti ke Walikota. Masyarakat akan menilai Walikota salah mengangkat Pala dan Ketua RT, hanya asal-asalan saja. Tapi sebaliknya, jika Pala dan Ketua RT bekerja bagus maka mereka akan dihormati warga termasuk juga Walikotanya. Jadi ingat baik-baik, bapak-bapak dan ibu-ibu ini adalah wajah Walikota dan Wakil Walikota. Ketika bapak-bapak dan ibu-ibu melakukan kesalahan, maka yang tercoreng adalah wajah Walikota dan Wakil Walikota,” tandasnya memberikan motivasi.(69)

Komentar