LBH Pion Soroti Kinerja Reskrim Polres Minut Kurang Profesional

METRO, Airmadidi – Kinerja Polres Minahasa Utara dalam hal ini Reskrim disoroti Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pion. Wakil Direktur LBH Pion Novry Lelet SH menilai Unit Harda Rreskrim Polres Minut kurang profesional dalam penanganan kasus.

“Kami menyoroti kurang profesionalisme Reskrim Polres Minut dalam hal ini Unit Harda. Ini catatan kritis kami Lembaga Bantuan Hukum Pion. Sehingga sangat perlu pembenahan lagi dalam penanganan kasus,” tukas Lelet didampingi dua rekan sesama pengacara Tommy Kamagi SH dan Febrian Leleng SH.

Lanjut Lelet, kemudian ada perkara-perkara yang tidak layak justru dipaksakan dinaikan. Sebailknya juga ada perkara-perkara yang sudah memenuhi unsur layak dinaikan, malah di-SP3.

Sorotan tersebut terkait perkara yang ditangani Lelet dan rekan-rekannya yang belum lama ini permohonan peraperadilan kliennya Jeane Rumagit terhadap Polres Minut dimenangkan dan dikabulkan.

“Sebenarnya sudah ada pemberitahuan ke klien kami yaitu pelapor, sekaligus pemohon praperadilan. Kasus itu sebenarnya harus lanjut, karena sudah di tahap penyidikan. Berarti memenuhi minimal dua unsur. Tetapi justru di-SP3. Nah setelah dipraperadilan permpohonan dikabulkan, jadi harus lanjut. Kejanggalan lain pada proses perkara ini yaitu SPDP sudah di kejaksaan, tetapi baru keluar surat perintah penyidikan. Secara administrasi memang sudah tidak betul. Sangat disayangkan masyarakat banyak berharap mencari keadilan di Polres Minut, tetapi terkesan justru ada permainan,” tandas Lelet.

Lelet selajutnya persoalan sehingga perkara ini hingga diperaperadilankan. Menurutnya pelapor Jeane Rumagit melaporkan tanah yang dijualnya karena ternyata ada kelebihan. Dari laporan  itu unit Harda Reskrim Polres Minut melakukan penyelidikan dan kemudian ditingkatkan ke tahap penyidikan. “Tetapi kemudian setelah ditingkatkan ke penyidikan, Unit Harda kemudian meng-SP3 kasus tersebut. Alasannya terlapor memiliki register. Padahal klien kami tidak melaporkan soal register terlapor nomor 634. Ibu Jeane Rumagit melaporkan justru registernya  sendiri nomor 351. Bahwa ada kelebihan tanah yang belum terjual, tetapi dikuasai terlapor,” jelas Lelet didampingi kamagi dan Leleng.(RAR)

Komentar