Mengenal Engine Break dan Waktu yang Tepat Menggunakannya

Otomotif102 views

ENGINE brake merupakan proses memperlambat kecepatan sepeda motor dengan menggunakan putaran mesin ketika transmisi diturunkan ke gigi lebih rendah. Teknik ini berguna untuk membantu kerja rem dalam menahan daya dorong sepeda motor.

Penggunaan engine break sangat membantu kinerja rem, apalagi saat melewati jalan menurun yang cukup ekstrem dan panjang. Karena dengan engine brake, maka kerja rem akan lebih ringan. Pengendara cukup melepas gas dan menurunkan gigi ke posisi lebih rendah. Dengan langkah tersebut, laju motor akan melambat karena mesin ikut melakukan pengereman saat putaran mesin secara otomatis menyesuaikan posisi gigi.

Namun perlu diingat bahwa engine break bukan pengganti rem. Engine brake hanya digunakan pada kondisi tertentu saja karena bertujuan untuk menjaga kondisi dan keawetan komponen mesin. Komponen mesin paling rawan rusak adalah gear ratio. Jika tertalu sering menggunakan engine brake apalagi dilakukan secara ekstrim, gear ratio bisa cepat aus atau bahkan rontok.

“Perlu diingat bahwa engine brake tidak menggantikan fungsi rem depan dan belakang, hanya membantu mengurangi kecepatan sepeda motor dan hanya digunakan pada situasi tertentu atau darurat agar tidak merusak komponen mesin,” ujar Erickh Tijow, Intruktur Safety Riding Honda DAW.

Engine brake hanya digunakan pada kondisi tertentu untuk menjaga kondisi dan keawetan komponen mesin. Meskipun tidak ada efek langsung, namun dalam jangka panjang dapat mengurangi masa pakai komponen motor, salah satunya komponen mesin paling rawan rusak. Jika tertalu sering menggunakan engine brake apalagi dilakukan secara ekstrim, maka gear ratio bisa cepat aus atau bahkan rontok

Dikutip dari astra-honda.com, begini cara melakukan pengereman engine brake yang aman. Pertama, saat akan melakukan engine brake, tutup habis gas agar suplai bahan bakar ke ruang bakar berkurang sehingga putaran mesin akan turun.

Kedua, setelah tuas gas ditutup dan RPM mesin turun, pindahkan posisi gigi ke posisi lebih rendah secara bertahap. Misal dari gigi 5 turunkan ke 4, 3 lalu 2. Ini bertujuan untuk menjaga keawetan komponen mesin.

Ketiga, hindari membuka gas saat melakukan engine brake, agar RPM selalu berada di posisi rendah saat akan menurunkan gigi. Hal ini penting agar tidak ada kontra antara komponen di dalam mesin.(ian)

Komentar