Musim Kemarau di Sulut Tahun Ini Diprediksi Hingga 9 Bulan, Puncaknya Agustus-September

Ilustrasi suhu panas. Foto: gemini.

KORANMETRO.COM- Sulawesi Utara (Sulut) sudah mulai memasuki musim kemarau. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat awal musim kemarau tahun ini mulai berlangsung pada bulan Mei.

Periode musim kemarau tahun ini diprediksi berlangsung lebih lama hingga 9 bulan.

Bacaan Lainnya

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Sulawesi Utara, Aris Yunatas, mengungkapkan analisis perbandingan panjang musim kemarau tahun 2009-2010 menjadi acuan prediksi musim kemarau 2026.

“Tahun 2009-2010 wilayah Sulawesi Utara mengalami musim kemarau yang lebih panjang hingga 15 dasarian. Artinya di tahun 2026 wilayah Sulawesi Utara berpotensi mengalami musim kemarau yang lebih Panjang,” ungkap Aris, Senin (7/7/2026).

Menurut Aris, puncak musim kemarau tahun ini dipredisi terjadi pada bulan Agustus dan September 2026, dengan durasi mencapai 10-27 dasarian.

“Sifat hujan selama periode musim kemarau 2026 diprediski normal hingga di bawah normal,” jelasnya.

Dijelaskan Aris, musim kemarau tahun ini dipengaruhi oleh kondisi el nino lemah-sedang, yang menunjukkan pemanasan di Samudra Pasifik tengah sehingga aktivitas pembentukan awan di wilayah Indonesia cenderung berkurang.

Kemudian, katanya, fenomena Indian Ocean Dipole positif ditandai dengan pendinginan perairan di Samudra Hindia timur yang menyebabkan berkurangnya suplai uap air ke wilayah Indonesia,

“Aktifnya monsun Australia yang membawa massa udara kering dari selatan akan ikut memperpanjang periode kemarau tahun ini,” katanya.(ian)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan