Warga Pesisir Sangihe-Talaud Diimbau Waspada Potensi Gelombang Tinggi Dampak Siklon Haishen

KORANMETRO.COM- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan siklon tropis Haishen di Samudera Pasifik utara Papua.

Siklon tropis Haishen memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di sejumlah wilayah, terutama di kawasan timur Indonesia, hingga tanggal 14 Juli 2026.

Bacaan Lainnya

Hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

BMKG memprediksi gelombang dengan kategori sedang, setinggi 1,25–2,5 meter, dapat terjadi di Perairan Kepulauan Sangihe–Kepulauan Talaud, Laut Maluku bagian utara, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua Barat Daya.

“Masyarakat pesisir dan pelayaran di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan, gelombang tinggi, dan kondisi cuaca yang dapat berubah secara cepat,” bunyi pernyataan BMKG.

Siklon Tropis Haishen berkembang dari bibit siklon tropis 97W yang mencapai intensitas siklon tropis pada Senin (13/7/2026) pukul 07.00 WIB.

Sistem ini memasuki wilayah monitoring TCWC Jakarta pada 12 Juli 2026 pukul 19.00 WIB. Saat ini, posisi siklon berada di Samudra Pasifik utara Papua.(ian)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan