Wali Kota Manado Minta Warga Hemat Air Hadapi El Nino Musim Kemarau

Andrei Angouw.

KORANMETRO.COM- BMKG memperingatkan potensi kekeringan ekstrem dampak dari musim kemarau dan El Nino dalam fase kuat.

Musim kemarau tahun ini diprediksi lebih kering dan panjang dengan durasi mencapai 3-9 bulan. Kondisi ini dipengaruhi fenomena El Nino dalam fase kuat atau yang popular disebut El Nino Godzilla.

Bacaan Lainnya

Dampak kombinasi musim kemarau dan El Nino fase kuat berpotensi menyebabkan bencana hidrometeorologi kering berupa kekeringan ekstrem, krisis air bersih, kebakaran hutan dan lahan, serta gagal panen.

Adapun puncak musim kemarau tahun ini diprediksi pada bulan Juni-Agustus.

Menyikapi potensi bencana hidrometeorologi kering, Wali Kota Manado, Andrei Angouw, mengimbau warga agar menggunakan air bersih secara bijak selama periode musim kemarau tahun ini.

“BMKG telah memperingatkan bahwa akan ada kekeringan yang cukup panjang. Jadi semua harus waspada. Saya berharap masyarakat harus bersiap menghadapi dan harus menghemat air,” ujar Andrei.

Meski begitu, Andrei menilai, sumber-sumber air di Kota Manado memadai untuk mencukupi kebutuhan warga selama periode musim kemarau.

“Mungkin kalau di daerah lain lebih susah, tapi kalau kita di sini cukup melimpahlah air tanahnya. Tapi kita tidak boleh lengah, harus menghemat air,” kata Andrei.(ian/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan