Biaya Pelayanan Penyakit Katastropik Tinggi, BPJS Kesehatan Manado Bayar Klaim Rp509 M

KORANMETRO.COM- BPJS Kesehatan menghadapi tekanan pembiayaan yang semakin besar.

Tantangan pembiayaan program jaminan kesehatan nasional (JKN) saat ini salah satunya bersumber dari klaim penyakit kronis yang meningkat. Jantung, stroke, kanker, gagal ginjal, dan diabetes menjadi beban klaim terbesar.

Bacaan Lainnya

Keberlanjutan program JKN menghadapi tekanan akibat meningkatnya biaya pelayanan kesehatan yang tumbuh lebih cepat dibandingkan pendapatan iuran.

Guru Besar FEB UI, Prof. Telisa Aulia Falianty, S.E., M.E, mengungkapkan bahwa penyebab utama defisit operasional BPJS Kesehatan salah satunya karena prevalensi penyakit katastropik yang tinggi.

Menurutnya, beban biaya tanggungan untuk penyakit berbiaya mahal seperti jantung, kanker, gagal ginjal, menyerap porsi anggaran yang sangat besar.

“Biaya perawatan untuk penyakit berat dan kronis seperti jantung, kanker, dan gagal ginjal, sangat menguras pengeluaran BPJS Kesehatan,” ujar Prof Telisa, dalam kegiatan Public Expose BPJS Kesehatan, pekan lalu.

BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama (KCU) Manado, mencatat jumlah kasus penyakit katastropik sepanjang tahun 2025 mencapai 310.570 pasien, dengan total klaim mencapai Rp509.159.713.485.

Jantung, kanker, dan gagal ginjal jadi penyumbang terbesar masing-masing
Rp312.216.628.700; Rp86.876.648.900; dan gagal ginjal Rp39.181.064.663.

“Klaim penyakit jantung paling banyak menyerap anggaran,” ujar dr Nyoman Wiwiek Yuliadewei, Kepala BPJS Kesehatan KCU Manado.

Sementara itu, untuk klaim sepanjang tahun 2026 hingga bulan April sudah mencapai Rp127.921.505.400. Klaim terbesar adalah penyakit jantung Rp86.9 miliar, kemudian kanker Rp24,2 miliar; dan stroke Rp5,4 miliar.(ian)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan