oleh

Kejari Lidik Pengadaan Solar Cell 53 Desa Di Minahasa

 

Noprianto Sihombing SH MH

METRO, Tondano – Proses pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) Solar Cell pada 53 Desa di Minahasa yang diduga fiktif, akhirnya mulai diproses hukum. Dimana kali ini ternyata Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa telah mulai melakukan penyelidikan akan hal tersebut.
Kepala Kejari Minahasa Rakhmat Budiman T SH Mkn melalui Kepala seksi Intelijen Noprianto Sihombing SH MH ketika dikonfirmasi tak menapik akan hal tersebut.
“Dalam proses lidik dengan perkiraan kerugian negara sekitar Rp 5 Miliar,” kata Sihombing, Rabu (29/08/2018).
Dijelaskannya jika proses penyelidikan atas pengadaan pada 53 Desa yang tersebar di lima kecamatan dilakukan guna menindaklanjuti hasil dari Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).
Sehingga Kejari selaku pihak penegak hukum harus langsung bertindak lanjut.
Sementara itu informasi diperoleh bahwa pengadaan itu dilakukan pada tahun 2017. Sumber dana untuk pengadaan itu berasal dari Dana Desa.
Pihak perusahaan pengadaan tersebut yakni PT Berkat Abadi dari Manado. Bahkan harga setiap unit dikabarkan sangat besar dan jauh dari harga biasanya.
Bukan saja itu, disinyalir dalam pengadaan tersebut para Kumtua diarahkan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta petinggi di Pemkab Minahasa. Sehingga para Kumtua wajib untuk melakukan pengadaan dan membelinya di perusahaan.
Namun belakangan ternyata hingga kini desa-desa tersebut harus terang di malam hari, realitanya gelap lantaran tak ada Solar Cell terpasang.

Penulis: Marcelino