oleh

Komisi IV Kecewa Dikda Tak Mampu Berantas Pungutan Uang Komite

-Politik-62 views

Punuh Kelabakan Memberi Penjelasan

METRO, Manado- Menumpuknya laporan masyarakat soal pungutan uang komite yang masih berlangsung di sejumlah SMA/SMK di kota Manado membuat Komisi IV bidang Kesejahteraan Rakyat angkat bicara lagi.

Ketua Komisi IV James Karinda menyatakan kekecewaannya kepada Dinas Pendidikan Daerah yang tak bisa menumpas pungutan yang telah menyusahkan orangtua murid.

“Bayangkan saja, keluhan ini sudah beberapa kali disampaikan. Tapi tidak juga ditindaklanjuti. Padahal banyak orangtua murid yang mengaku anaknya tidak bisa mengambil rapor karena belum melunasi uang komite,” kata Karinda dalam rapat pembahasan APBD Perubahan 2018 dengan Dikda Propinsi Sulut, Senin (3/9/2018) sore.

Menurut dia, pungutan uang komite harusnya tidak ada lagi karena pemerintah sudah mengucurkan banyak anggaran untuk sekolah, di antaranya Dana BOS.

“Kalau masih terus memungut dana komite, maka pada tahun depan saya akan mempertanyakan dan menuntut agar uang komite itu masuk dalam PAD,” tegas Karinda.

Ketua Fraksi Partai Demokrat itu menjelaskan bahwa jika pungutan uang komite terus dilakukan setiap bulan, maka uang tersebut sudah masuk kategori pendapatan daerah.

“Kalau sudah setiap bulan dengan jumlah yang tetap, maka itu sudah pemasukan/pendapatan bagi daerah. Bukan sekolah lagi,” tegas dia.

Terkait dengan hal ini, Kepala Dikda dr Grace Punuh yang dimintai tanggapan oleh wartawan, kelabakan memberikan penjelasan. Ia nampak gugup dan berbelit-belit memberikan pernyataan.

Ia terus menjelaskan masalah tersebut masih terus terjadi karena ada perubahan sistem jabatan dan tugas di Diknas. Namun saat ditanya apakah karena alasan tersebutlah maka sekolah-sekolah memungut uang komite, Punuh terbata-bata menjawab.

“Ya ini karena masalah perubahan sistem saja,” kata dia. 

Saat ditanya apa tindakan dari Dikda soal pungutan tersebut, Punuh berkelit akan mendata dulu dan mengecek sekolah-sekolah mana saja yang melakukan pungutan uang komite.

“Nanti kami cek lagi,” singkat dia. (37)