oleh

Pemkot Bahas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan di Manado

-Manado-57 views

Pemkot Manado saat rapat pembahasan.

METRO, Manado– Pemerintah Kota Manado bersama instansi terkait menggelar rapat koordinasi penataan ruang daerah Kota Manado bertempat di ruang rapat Bapelitbangda, Rabu (14/11/2018). 

Rakor ini membahas tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) untuk wilayah Kota Manado dalam rangka tahapan proses peninjauan kembali dan revisi Perda RTRW Kota Manado.

Kegiatan ini dibuka Sekretaris Daerah Kota Manado, Micler Lakat dan dihadiri jajaran Pemerintah Kota Manado diantaranya, Kepala Bapelitbangda, Liny Tambajong, Kepala Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DPKP), Nolfie Talumewo dan Kadis PUPR, Roy Mamahit. Hadir pula instansi terkait dari perwakilan Kantor Pertanahan, tim penyusun LP2B Kota Manado, tim penyusun peninjauan kembali dan revisi Perda RTRW Kota Manado.

Kepala DPKP Kota Manado, Nolfie Talumewo mengatakan ada beberapa kecamatan yang memiliki potensi pengembangan pertanian dan yang terbesar berada di kecamatan Mapanget. Dan di Kota Manado sendiri ada 217 kolompok tani yang aktif.

Pada kesempatan ini, Kaban Bapelitbang Kota Manado, Liny Tambajong juga mengungkapkan bahwa kecamatan Mapanget merupakan wilayah yang menjadi lokasi Kota Baru di Manado. 

Dan dari 5260 ha Kawasan Kota Baru di Mapanget, hanya 3000-an ha yang akan digunakan untuk pembangunan. Sehingga nantinya dapat dikaji berapa luas wilayah sisa yang berpotensi menjadi wilayah yang ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. 

Dari rapat ini kemudian disepakati beberapa hal diataranya penetapan potensi LP2B wajib melalui kajian berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Juga nantinya harus berdasarkan kajian lewat pelaksanaan konsultasi dengan memilik lahan (kajian sosial), serta berkoordinasi dengan Tim Penyusun Peninjauan Kembali dan Tim Penyusun Revisi Perda RTRW Kota Manado. (rey)

Komentar