oleh

Bawaslu Gelar Sosialisasi Pengawasan

-Minut & Bitung-31 views

Bawaslu Minut dan Panwascam Dimembe

METRO, Airmadidi – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) menggelar Sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif, Selasa (26/11/2018).

Sosialisasi kemarin dilakukan terhadap para caleg, panwascam, pengawas kelurahan dan desa serta masyarakat, Kecamatan Kema, Dimembe, Kauditan dan Airmadidi.

Ketua Bawaslu Minut Simon Awuy SH menjelaskan jumlah peanwascam serta pengawas pemilu kelurahan dan desa tidak sebanding dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan caleg. “Jumlah pengawas dibanding jumlah pemilih dan jumlah caleg sangat tidak sebanding. Makanya kami butuh partisipasi dan peran semua stake holder,” ungkap Ketua Bawaslu Minut Simon Awuy didampingi Komisioner Bawaslu Rocky Ambar dan Rahman Ismail.

Menurutnya ini sudah waktu berkampanye. “Silahkan saja berkampanye. Hanya saja jangan melanggar aturan,” tegasnya.
Lanjutnya dalam tugas dan tanggung jawab sebagai lembaga pengawas, pihaknya berusaha untuk terus menyampaikan berbagai regulasi, bagaimana melakukan pola kampanye sesuai aturan.

Menurut Koordinator divisi Hukum, Penindakan, dan Penyelesaian Sengketa Pemilu Rocky Ambar tugas pengawasan, sejatinya adalah tugas seluruh masyarakat untuk mengawal dalam pelaksanaan pesta demokrasi rakyat Indonesia ini.

“Peran serta seluruh masyarakat sangat diperlukan dalam menjaga hak pilih dan berdemokrasi di tahun politik ini. Untuk itu, mari bersama sam kita mengawal dan mensukseskan setiap tajapan pemilu yang ada, sehingga bisa tercipta pemilu 2019 yang tertib, aman dan damai,” tandas Ambar.
Menurutnya rekomendasi Bawaslu tidak ditindaklanjuti, KPU bisa kena sanksi. Lanjutnya Bawaslu melindungi hak konstitusi rakyat dan hak caleg.

Sementara itu koordinator Divisi Pengawasan, Hubungan Masyarakat, dan Antar Lembaga Rahman Ismail SH mengungkapkan, tujuan akhir dari dari fungsi pengawasan adalah terciptanya pemilu yang tertib, aman dan damai.”Dalam pelaksanaan kampanye, ada sejumlah larangan kepada peserta pemilu. Salah satu contoh adalah, dilarang memasang stiker berbagai jenis pada kendaraan umum dan milik pemerintah, yang dengan jelas menampilkan citra diri peserta pemilu” tegasnya.

Camat Kema Frederik Tulengkey yang hadir dalam sosialisasi itu mengaku mensuport kegiatan ini. “Kami berterima kasih pada bawaslu yang terus mengawal dan mengawasi proses pemilu,” tutur Tulengkey.(RAR)

Komentar