Ibu Penelantar Anak Serahkan Diri

Pangkong tegur ibu penelantar anak saat membesuk di rumah sakit

METRO, Manado –  Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sulawesi Utara dan Kepolisian tak perlu susah-susah mencari ibu yang telah menelantarkan ketiga anaknya.
Pasalnya wanita NP (36) warga Kecamatan Tuminting, Kota Manado akhirnya menyerahkan diri pasca kasus penelantaran anak terkuat di media massa Sabtu (02/03/2019).
NP pun langsung diantar oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Utara, Ir Mieke Pangkong MSi untuk membesuk serta menjaga anak bungsunya yang harus mendapatkan perawatan medis usai dibiarkan hidup bersama kedua kakaknya yang juga masih kecil tanpa orangtua lebih dari sepekan.
Pangkong yang memberikan arahan kepada ibu yang dinilai tega membiarkan ketiga buah hatinya, mengatakan bahwa NP tak henti menangis dan menyadari kesalahannya.
NP yang dimintai keterangan dengan terisak mengatakan harus meninggalkan anaknya VRP (13), ZAT (6) dan ASP (1), untuk mencari uang.
Sebelumnya diberitakan bahwa 3 bocah asal Tumumpa, Kota Manado,  dibiarkan hidup mandiri oleh kedua orangtuanya dan salah satu anak terpaksa harus dirawat intensif di rumah sakit.
Dituturkan VRP,  ibunya keluar rumah untuk bekerja minggu lalu dan sampai saat ini tidak kembali. Dan dia harus mengurusi kedua adiknya sendirian dengan modal Rp 44 ribu saja.
“Ibu pamit dengan alasan pergi kerja. Tapi sampai sekarang tidak pulang ke rumah. Saya ambil uang tabungan saya dengan jumlah Rp 44 ribu. Saya beli beras dan masak nasi di kompor gas,” ujar siswa Sekolah Dasar yang terpaksa harus berhenti sekolah karena harus mengurus adik-adiknya yang masih kecil.
Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey SE yang mengetahui kasus ini langsung bertindak dan menginstruksikan kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemprov Sulut untuk menangani langsung perawatan ketiga anak tersebut. Dondokambey menjelaskan bahwa masalah tersebut berhadapan dengan sisi kemanusiaan dan bagaimana peran Pemerintah Daerah harus benar-benar hadir di tengah masyarakat, terlebih bagi warga yang mengalami kesusahan.
Ditambahkan Pangkong saat ini kondisi ASP sudah membaik dan dijaga langsung oleh ibu yang telah menelantarkan dibawah pengawasan pihaknya, sementara itu sang kakak, VRP sudah kembali melakukan aktivitasnya mengingat sebentar lagi harus mengikuti ujian nasional.(ctg)

Bagikan sekarang...

Berita Terbaru