oleh

DPRD Manado Hearing DLH, Bahas Masalah TPA Sumompo

METRO, Manado- Terkait permasalahan yang terjadi sebelumnya, yakni menumpuknya sampah dan antrian kendaraan pengangkut sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo dikarenakan alat berat yang seharusnya beroperasional mengatur sampah dari warga kota Manado tidak bisa bekerja. Komisi III DPRD Kota Manado, Senin (13/01/2020) kemarin, di ruang kerjanya melakukan hearing bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Ketua Komisi III DPRD Manado, Ronny Jonas Makawata membuka hearing tersebut, mempertanyakan langkah-langkah yang sudah dilakukan Kepala DLH Treeisje Mokalu.

“Kami mengapresiasi kedatangan ibu Kadis atas kedatangannya pada pertemuan kita disiang hari ini, disini kita ingin mempertanyakan apa saja solusi yang sudah dilakukan terkait permasalahan yang terjadi di TPA beberapa waktu lalu,” tanya Makawata membuka hearing.

Dia juga menjelaskan dalam Turun Lapangan (Turlap) Komisi III DPRD Manado awal bulan ini, mendapati jika tempat penampungan air lindi yang berbahaya bagi masyarakat sekitar sudah pecah, dikatakan Makawata ada sekitar 40-50 keluarga bisa terdampak.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Mokalu memberikan penjelasan hal-hal yang terjadi di TPA Sumompo. Dikatakannya, berbagai upaya telah diusahakan agar permasalahan diawal tahun 2020 ini bisa terselesaikan.

“Kami memang cukup kewalahan menyelesaikan masalah antrian yang terjadi, seperti kita lihat sendiri kondisinya, sudah 3 eskavator kami turunkan untuk beroperasional dan melakukan tugas kegiatan disana namun belum mampu,” katanya.

“Beberapa waktu ini ada eskavator sudah pecah hostnya, dan beberapa tempat yang saya datangi untuk menyewa eskavatornya mereka menolak, dengan alasan alat yang disewakan di TPA cepat rusak,” tambahnya.

Mokalu juga menjawab masalah air lindi, jika ada upaya-upaya yang dilakukannya agar tidak terjadi pencemaran bagi warga tersebut, sembari menjawab solusi kedepan yang sedang dipercepat Pemkot Manado.

“Masalah air lindi sudah kami usahakan agar tidak sampi ke pemukiman warga. Juga, kami harap ditahun ini insenerator atau alat pengelolaan sampah ditiap kecamatan bisa terpenuhi di tiap kecamatan,” ungkapnya.

Kadis DLH yang baru menjabat 6 bulan itu, menitip masukan kepada DPRD kota Manado agar bisa memperjuangkan tambahan anggaran bagi dinasnya. Menurutnya, alat-alat rusak di TPA masih bisa diperbaiki namun dana yang ada tidak cukup untuk melakukan perbaikan.

Hadir dalam kegiatan tersebut, mendampingi Ketua Komisi III, Frederik Tangkau, Mona Kloer, Lucky Datau dan sekretaris komisi Royke Anter.(into)