oleh

Sorot Kinerja Timsel, JAK: KPID Harus Bebas Intervensi Politik

banner 1050236

METRO, Manado– Wakil ketua DPRD Sulawesi Utara, James Arthur Kojongian (JAK)!mengingatkan seleksi anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) harus bebas dari intevensi politik.

Ia mengatakan, seleksi harus mengedepankan independesi agar yang terpilih sebagai anggota KPID harus benar-benar figur terbaik.

“Bukan karena faktor like or dislike. Harus ada keterbukaan proses dan tahapan, bukan hanya konsumsi Tim Seleksi (Timsel) tapi juga harus menjadi konsumsi publik,” ungkap dia, Senin (21/9/2020) siang.

Politisi Partai Golkar itu juga mempertanyakan kinerja Timsel. Bagaimana perekrutan dan kapasitas Timsel yang dipimpin oleh Stefanus Vreeke Runtu (SVR) bersama Sekretaris Gemmy Kawatu, Prof Ellen Kumaat, Erick Kawatu dan James Paulus

“Kapasitas dan acuan apa para Timsel ini ditunjuk. Saya selaku pimpinan DPRD tidak tahu,” ungkap JAK.

Karena itu, ia menegaskan, selaku pimpinan dan lembaga DPRD akan mengawasi proses dan tahapan Timsel KPID.

“Karena sampai sekarang kami tidak mendapat laporan dari Timsel,” tandasnya.

Seperti diketahui, pada seleksi-seleksi KPID sebelumnya, Timsel menjadi kewenangan Dinas Kominfo Propinsi Sulut. Sedangkan Komisi I bidang Pemerintahan dan Hukum berkewenangan untuk melaksanakan Fit And Proper Test atau Uji Kepatutan dan Kelayakan. (YSL)