oleh

Petani Krisan Sulut Difasilitasi untuk Penuhi Persyaratan Ekspor ke Jepang

banner 1050236

METRO, Manado- Secara topografi Sulawesi Utara menyimpan potensi hasil alam yang begitu melimpah. Bukan hanya dari sektor perkebunannya tapi juga sektor florikultura. Indahnya ribuan bunga krisan yang tumbuh di dataran tinggi Sulut menambah deretan panjang hasil alam tanah nyiur melambai yang potensial untuk diekspor.

Di Kota Tomohon, bunga krisan ini telah banyak dibudidayakan oleh petani lokal dan meramaikan pasar domestik. Tomohon dikenal sebagai sentra krisan terbesar di Indonesia setelah pulau Jawa. Hal itu dibuktikan dengan adanya festival tahunan, Tomohon Internasional Festival Flower (TIFF) yang setiap tahunnya dihadiri oleh beberapa negara Asia hingga Eropa.

Petani di Tomohon pada umumnya bisa menghasilkan 200.000 pohon per bulannya. Secara kualitas krisan asal Sulut juga tidak diragukan lagi karena telah lama dan banyak meramaikan pasar nasional.

Kepala Karantina Pertanian Manado, Donni Muksydayan mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan pendampingan dan fasilitasi para petani krisan asal Sulut dalam memenuhi permintaan pasar ekspor beserta dengan pemenuhan persyaratan ekspor negara Jepang.

“Secara produksi mencukupi, kita akan bantu dampingi ada beberapa persyaratan khusus yang mungkin harus kita penuhi untuk masuk pasar Internasional,” ujar Donni.

Dijelaskannya, Karantina Pertanian Manado siap memfasilitasi terkait pemenuhan persyaratan 10.000 stek krisan putih yang rencananya akan di ekspor ke Jepang.

“Saat ini baru Sumatera Utara yang mengekspor bunga krisannya langsung ke Jepang, kami optimis sebentar lagi bunga krisan asal Sulut juga bisa masuk pasar Jepang, apalagi sekarang sudah tersedia penerbangan langsung Manado-Jepang,” kata Donni.

Staf khusus Menteri Pertanian, Yessiah Eri Tamalagi, dalam kunjungannya ke Tomohon waktu lalu, menjamin ketersediaan bibit krisan di Sulut harus tetap ada.

“Kedepannya kami akan berkoordinasi terhadap seluruh pihak terkait demi lancarnya penyaluran bibit tersebut,” ungkap Yessiah, sembari berharap petani krisan di Sulut terus konsisten dalam mengembangkan salah satu komoditi primadona ini, agar dapat terus berkembang dan bersaing di pasar Internasional.(71)

Komentar