oleh

Tambah 40 Ribu, Pemprov Sulut Kini Lindungi 117 Ribu Perkasa

banner 1050236

METRO, Manado- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) terus memaksimalkan perlindungan bagi pekerja sosial keagamaan (Perkasa) di daerah ini. Hingga kini tercatat sebanyak 117.233 pekerja sosial keagamaan sudah dilindungi dengan program BPJS Ketenagakerjaan.

“Hari ini ada penambahan peserta baru sebanyak 40 ribu orang. Terima kasih dan apresiasi bagi BPJS Ketenagakerjaan Cabang Manado atas sinergitas positif bersama Pemprov Sulut yang memprakarsai kegiatan ini,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut, Erny Tumundo kepada awak media, Selasa (20/10).

Dijelaskan Erny, program perlindungan pekerja sosial keagamaan merupakan bentuk apresisasi Pemprov Sulut kepada tokoh-tokoh agama dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghuchu bersama denominasi kerja yang sudah terlindungi. “Sebelumnya peserta program ini 77,233 orang. Dengan penambahan ini, maka jumlah kepesertaan sudah mencapai 117,233 orang,” ungkapnya.

Program ini, menurut Erny sudah memberikan manfaat bukan hanya bagi peserta tetapi juga memberikan manfaat bagi pemerintah daerah. Pemprov Sulut merasakan besarnya dukungan dan partisipasi dari pekerja keagamaan dalam pembangunan daerah. Program ini juga memberikan manfaat bagi pekerja yang mengalami musibah.

“Hingga periode Agustus 2020, sudah dibayarkan santunan kepada 227 orang, dengan nilai Rp 9 miliar. Di 2019 juga sudah dibayarkan santunan bagi peserta program ini yang mengalami musibah,” kata Erny.

Hal senada disampaikan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Manado, Hendryanto. Menurutnya, program yang meraih penghargaan MURI ini dimulai tahun 2018 dengan peserta sebanyak 35 ribu orang, kemudian berkembang hingga saat ini mencapai 117,233 orang.

“Dengan adanya program relaksasi iuran dari pemerintah, maka Pemprov Sulut mendapatkan potongan iuran hingga Januari 2021. Pemprov Sulut juga terus berkomitmen untuk melindungi seluruh pekerja sosial keagamaan di daerah ini,” kata Hendrayanto.(71)

Komentar