oleh

Pegadaian Proses Hukum Pelaku Penipuan Online

METRO- Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat serta wujud implementasi perlindungan konsumen, Pegadaian melakukan proses hukum kepada pemilik akun palsu yang mengatasnamakan Pegadaian yang digunakan untuk melakukan penipuan. Awalnya perseroan melaporkan lebih dari 400 akun Instagram yang mengatasnamakan Pegadaian dan diduga melakukan tindakan penipuan.

Demikian disampaikan Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian (Persero), Amoeng Widodo, dalam rilis tertulis yang diterima METRO, Senin (02/11) siang.

“Akun-akun tersebut menggunakan kata Pegadaian, Pegadaian Syariah, The Gade sehingga seolah-olah merupakan akun milik PT Pegadaian. Untuk meyakinkan calon korban, mereka mengambil foto karyawan dan memanipulasi data KTP, NPWP, bahkan kartu pengenal karyawan. Lebih dari itu mereka membuat rekening bank virtual dengan nama Pegadaian,” ujar Amoeng.

Selanjutnya, kata Amoeng mereka menawarkan barang berharga seperti emas baik batangan maupun perhiasan dengan harga murah jauh di bawah harga pasar. Selain itu juga barang berharga lain seperti laptop, handphone, bahkan sepeda dengan merk ternama. “Kemudian calon korban diminta mentransfer uang, tetapi kemudian barang yang dipesan tidak dikirimkan. Bahkan setelah transfer diterima pelaku, selanjutnya ia menutup akun media sosialnya bahkan nomor rekening yang dipakai untuk menipu,” katanya.

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jakarta, Sarjono Turin mengungkapkan bahwa saat ini salah satu pelaku berinisial SRD akan segera disidangkan. Berkas perkara SRD telah rampung dan akan segera disidangkan dalam waktu dekat.

“Langkah hukum ini diambil karena apa yang dilakukan saudara SRD ini merugikan masyarakat, apalagi dalam situasi pandemi seperti sekarang ini. Saat masyarakat menghadapi kesulitan ekonomi, oknum ini malah menipu,” ungkap Sarjono.

Dia meminta masyarakat waspada, dan tidak mudah tergiur dengan harga murah. Jika memperoleh informasi lelang atas nama Pegadaian agar segera melakukan cek dan ricek dengan konfirmasi ke kantor

Pegadaian terdekat, website atau media sosial resmi perusahaan. “Sedangkan bagi mereka yang telah telanjur mentransfer uang ke pelaku agar tidak ragu-ragu melaporkan kepada pihak berwenang,” kata Sarjono.

“Sebagai penegak hukum kami menghimbau kepada masyarakat untuk terus waspada dan hati-hati agar tidak menyesal di kemudian hari oleh tindakan penipuan dengan modus lelang online maupun tindak kejahatan lainnya. Kami sangat berterima kasih dengan inisiatif kerjasama Pegadaian dengan penegak hukum baik kepolisian maupun kejaksaan. Ini menunjukkan adanya trust antara BUMN dengan penegak hukum,” imbuh Sarjono.(*)

Komentar