oleh

Walikota Batal Lakukan Vaksinasi Covid-19

METRO, Kotamobagu- Walikota Kotamobagu Tatong Bara, batal melakukan vaksinasi Covid-19. Walikota yang rencananya akan menjadi orang pertama mendapatkan vaksinasi, dinyatakan tidak lulus screening awal.

Sebelum melakukan vaksinasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, di antaranya adalah kondisi yang tidak memungkinkan untuk disuntik vaksin. Hal ini tertuang dalam Surat Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021 Tentang Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Diketahui, sebelum melakukan vaksinasi terhadap 1375 Nakes, rencananya akan diawali oleh Walikota Kotamobagu, Tatong Bara sebagai orang pertama yang akan menerima vaksin covid-19 selanjutnya diikuti oleh seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Asisten, Pimpinan OPD, se Kotamobagu.

Akan tetapi dari sekian banyak pejabat yang mengikuti alur pemeriksaan untuk syarat penerima vaksin Covid ini, hanya beberapa yang lulus sampai pada tahap vaksinasi.

Diawali oleh Walikota Kotamobagu, Tatong Bara yang tidak lulus screening awal penerima vaksin dikarenakan dinyatakan mengalami tekanan darah tinggi, sehingga walikota diistirahatkan dan dilakukan lagi tes yang kedua kali dan hasilnya masih sama sehingga untuk vaksinasi terhadap walikota masih ditunda.

Selanjutnya Wakil Walikota (Wawali), Nayodo Koerniawan yang gagal saat screening awal dikarenakan tekanan darah rendah, setelah dilakukan perawatan dan dilakukan lagi pemeriksaan kedua Nayodo dinyatakan mengalami tekanan gula darah yang tinggi sehingga membuat petugas tidak bisa memberikan suntikan vaksin.

Berturut-turut ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotamobagu, Meiddy Makalalag, Ketua Pengadilan Negeri Kotamobagu, Andri Sufari, Kepala Kepolisian Resor Kotamobagu, Prasetya Sejati, Sekretaris Daerah Kotamobagu, Sande Dodo dinyatakan gagal menerima vaksin dikarenakan mengalami tekanan darah tinggi.

Walikota Kotamobagu, Tatong Bara mengatakan bahwa dirinya akan tetap melakukan penyuntikan vaksin covid-19 baik sore hari ini atau mungkin nanti malam tergantung kondisi dimana dirinya sudah dinyatakan memungkinkan untuk menerima vaksin. “Saya akan tetap melakukan vaksinasi, hari ini gagal dikarenakan tekanan darah yang tinggi bahkan tadi dua kali dilakukan pemeriksaan, tetapi sebagai pemerintah hal ini merupakan tanggung jawab saya untuk menjawab keraguan masyarakat soal vaksin ini,” ujar Tatong.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kotamobagu, Hadiyanto, kemudian menjadi orang pertama yang divaksinasi dan diikuti oleh Dandim 1303 Bolmong, Raja Gunung Nasution. Selain itu Kepala BKKBN Kotamobagu Ahmad Yani Umar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Siti Rafiqa Bora serta Tenaga Kesehatan (Nakes) di lingkungan Puskesmas Motoboi Kecil.(62)

Komentar