oleh

Lagi, Proyek Jalan Tol jadi Biang Kerok

METRO, Bitung- Pembangunan Jalan Tol Manado-Bitung kembali menuai kecaman publik. Bukannya menyenangkan warga, pengerjaan proyek tersebut justru dianggap kerap menyusahkan. Terkini, ribuan warga di beberapa kelurahan jadi korbannya.

Informasi dirangkum Rabu (17/02) kemarin menyebut, pengerjaan jalan tol di salah satu lokasi di Kecamatan Girian, tepatnya di kompleks Mata Air Aerujang, Kelurahan Girian Permai, mengakibatkan kerusakan pipa milik PDAM Duasudara. Alat berat yang beroperasi di lokasi proyek jadi penyebab peristiwa itu.

Akibatnya, ribuan pelanggan PDAM Duasudara di sejumlah kelurahan, antara lain Pinokalan, Girian Atas, Girian Permai, serta Girian Weru Dua, harus kena imbas. Distribusi air bersih ke wilayah-wilayah itu terhenti untuk sementara waktu.

“Awalnya tidak tahu. Tapi setelah dapat informasi ternyata karena proyek jalan tol. Ada pipa yang rusak karena jalurnya digali alat berat,” ujar Jilly Karisoh, salah satu warga Girian Atas.
Jilly mengaku kesal dengan situasi itu. Bagaimana tidak, gegara kerusakan dimaksud sudah tiga hari air di rumahnya tidak jalan.

“Sudah tiga hari. Untuk keperluan sehari-hari terpaksa harus beli air. Tapi untuk beli pun sedikit sulit. Harus cepat memesan ke penjual karena banyak permintaan,” keluhnya.
Wesly Tamasiro, juga warga Girian Atas, turut menyesalkan kondisi itu. Dia bahkan mengecam keras pengerjaan jalan tol.

“Sangat tidak profesional. Warga sering dibuat susah gara-gara proyek jalan tol. Dan ini bukan yang pertama, di tempat lain juga sering terjadi tapi kejadiannya berbeda. Kalau begini terus lebih baik berhenti dulu,” tuturnya dengan nada ketus.

Terpisah, Raymond Luntungan selaku Direktur PDAM Duasudara mengakui penyebab terganggunya suplai air bersih. Ia membenarkan kondisi itu dipicu aktivitas di lokasi proyek jalan tol.

“Yang rusak pipa 150 mm di dekat Aerujang. Makanya untuk wilayah Girian Atas dan sekitarnya, termasuk juga Pinokalan, distribusi air bersihnya mengalami gangguan,” ungkapnya.

Raymond mengaku sudah berkoordinasi dengan pelaksana proyek jalan tol atas kejadian itu. Ia juga menyampaikan ke mereka perihal dampak yang timbul akibat kerusakan pipa. Namun demikian, ia menyebut pihaknya tetap mengambil tanggung jawab untuk perbaikan.

“Untuk perbaikan sementara dilakukan. Petugas kami sudah beberapa hari ini gantian mengerjakan itu. Tapi soal penyebab kerusakan, kami cuma bisa berharap kedepan tidak terjadi lagi. Pelaksana proyek harus lebih cermat supaya tidak masyarakat tidak kesulitan,” kata yang bersangkutan.

Sayangnya, seperti biasa respon dari pelaksana proyek jalan tol belum diperoleh. Mereka sulit dimintai tanggapan untuk kejadian semacam ini. Mereka tertutup dan kerap mengabaikan permintaan konfirmasi dari berbagai pihak.(69)

Komentar