oleh

Pemeran Diduga Oknum Guru, Polres Talaud Usut Kasus Video Mesum

METRO, Talaud- Aparat kepolisian mulai mengusut kasus video mesum yang diduga melibatkan oknum guru di Kabupaten Kepulauan Talaud.

Kasat Reskrim Polres Talaud, Iptu Ricky Hermawan mengatakan dalam 1 minggu ke depan, unit Reskrim Polres Talaud akan berupaya mendapatkan bukti yang lebih otentik. Dan jika semua bukti telah rampung dan memenuhi unsur pidana secara otomatis kasus tersebut akan diproses lebih lanjut lagi.

“Benar belum ada pihak yang melaporkan kasus tersebut secara resmi namun pihak Kepolisian Polres Talaud, dalam hal ini satuan unit reskrim setelah mendengar isu bahwa ada oknum guru yang diduga melakukan tindak pidana asusila melalui tayangan video yang saat ini sudah beredar di media sosial, kami langsung bertindak dan menyita barang bukti berupa hand phone dari tangan terduga. Namun sayangnya, video tersebut sudah dihapus,” ujar Hermawan.

Kata dia, imbas dari perbuatan tersebut, terduga pemeran laki-laki akan dijerat dengan Undang Undang No 44 Tahun 2008, Pasal 29 Jo, Pasal 4 ayat 1, dan atau, Pasal 35 Jo, Pasal 9, tentang Pornografi. Sedangkan terduga perempuan akan dijerat dengan Pasal 29 Jo, Pasal 4 ayat 1 dan atau Pasal 34 Jo, Pasal 8 Undang Undang No 44 Tahun 2008.

Hermawan juga menghimbau kepada masyarakat pengguna sosial media diingatkan untuk tidak menyimpan dan menyebarkan, karena barang siapapun kedapatan yang ikut menyimpan dan menyebarkan video tersebut, maka yang bersangkutan akan terjerat dengan hukum sesuai tuntutan undang undang ITE.

”Kepada seluruh masyarakat, atau bagi siapapun yang masih menyimpan video tersebut jangan disebarluaskan atau sebaiknya dihapus saja untuk menghindari jeratan hukum,” kata Hermawan.

Sementara itu, Kapolres Talaud AKBP Alam Kusumah S Irawan menghimbau kepada masyarakat khususnya yang ada di Talaud untuk bijak dalam bersosial media.

“Kita jangan mengupload konten konten yang tidak perlu, misalnya hoax, ujaran kebencian ataupun hal-hal yang berbau pornografi. Dan kepada masyarakat saya mengingatkan untuk tidak lagi menyebarkan video mesum ini ke media sosial,” ujar Irawan.(tr-69)

Komentar