oleh

Edi Ditemukan Tewas Terlungkup di Lantai Dapur

METRO, Manado- Warga Kelurahan Teling Atas, Lingkungan VII, Kecamatan Wanea, dihebohkan dengan penemuan mayat berjenis kelamin lelaki. Setelah diidentifikasi mayat tersebut bernama Edi Hermanto (65). Korban ditemukan tewas terlungkup di lantai dapur rumah milik Keluarga Hermanto-Lukas. Penemuan itu terjadi pada Rabu (05/05) pagi sekitar pukul 10.00 WITA.

Menurut keterangan saksi Ellen Lukas (65), warga Kelurahan Teling Atas, Lingkungan VII, Kecamatan Wanea, yang merupakan istri dari korban, mengatakan bahwa sekitar pukul 10.00 Wita, sedang menyapu di pekarangan, kemudian korban masuk ke dalam rumah dan menuju ke dapur.

“Saat saya masuk ke dapur saya melihat suami saya sudah berada di lantai dekat mesin cuci dalam keadaan telungkup. Dan sudah tidak sadarkan diri kemudian saya menghubungi anak saya,” ujar Lukas.

Sedangkan menurut Starli Stibis (28), warga Kelurahan Pakowa, Lingkungan VI, Kecamatan Wanea, mengatakan sekitar pukul 10.10 Wita, dirinya mendapat kabar melalui via SMS bahwa ayahnya sudah meninggal.

“Setelah mendapat kabar tersebut saya langsung datang bersama ibu kandung yang bernama Anita Rakian dan melihat korban sudah meninggal dalam keadaan tengkurap,” tutur dia.

Beberapa waktu kemudian, sekitar pukul 12.00 Wita, Tim Medis Rumah sakit Advent tiba di tempat kejadian perkara (TKP) memeriksa korban. Tim mengatakan korban sudah keadaan meninggal dunia. Tidak lama kemudian anggota Polsek Wanea tiba di TKP dan mendapati korban sudah terbujur kaku dalam keadaan telungkup dan berdarah di bagian hidung. Anggota pun langsung menghubungi unit Identivikasi dan DVI Rumah Sakit Bhayangkara.

Terpisah, Kapolsek Wanea AKP Bartolomeus Dambe, saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan mayat tersebut.

“Dalam pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang berada di TKP bahwa korban mempunyai riwayat darah tinggi. Dalam pemeriksaan dari Tim Inafis Polresta Manado tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” kata Dambe.

Lanjutnya, tidak menutup kemungkinan korban mengalami pusing dan jatuh terbentur di sudut lantai.

“Jenasah korban tidak dilakukan otopsi sesuai permintaan keluarga. Dan telah dibuatkan berita acara penolakan yang diketahui oleh pemerintah kelurahan setempat,” pungkasnya.(33)

Komentar