METRO, Bitung- Pemerintah Indonesia kembali menghentikan pemberian vaksin Covid-19 dengan merek dagang AstraZeneca. Penghentian itu sudah dua kali dilakukan sejak vaksin tersebut mulai digunakan negara ini. Nah, terkait hal dimaksud, Walikota Bitung Maurits Mantiri ikut bicara.
“Ini yang kedua. Kali ini dihentikan untuk keperluan uji toksisitas dan sterilitas vaksin tersebut,” ujar Maurits kepada wartawan saat ditemui Senin (17/05) kemarin.
Ia menegaskan penghentian itu hanya bersifat sementara. Ketika selesai diuji proses vaksinasi akan kembali berlanjut.
Sebagaimana pemberitaan media nasional, penghentian dilakukan Kementerian Kesehatan menyusul ada indikasi KIPI atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi vaksin AstraZeneca. Indikasi itu mengacu dari keluhan sebagian masyarakat yang telah disuntik vaksin tersebut. Kementerian Kesehatan akhirnya mengambil langkah itu karena turut direkomendasikan Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM.
Maurits pun memberi penjelasan soal itu. Dikatakannya, vaksin AstraZeneca yang kembali diuji tidak seluruhnya, melainkan hanya kelompok produk atau Batch CTMAV547.
“Jadi hanya sebagian saja. Tapi dosisnya memang banyak karena tersebar di seluruh Indonesia,” tukasnya.
Di Bitung sendiri lanjut dia, jumlah warga yang disuntik dengan Batch tersebut sebanyak 8.009 orang. Mereka baru disuntik untuk dosis pertama beberapa waktu lalu. Nah, dengan adanya penghentian ini, Maurits pun meminta mereka tidak kuatir terlebih panik.
“Sebab di sini kan tidak ada KIPI. Kalau ada pasti sudah dilaporkan sejak awal. Beda dengan di daerah lain, karena ada KIPI makanya keputusan ini diambil,” terangnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Bitung, Jeanestte Watuna, juga berbicara perihal ini. Akan halnya Maurits, ia berharap warga yang sudah menerima vaksin AstraZeneca tidak perlu takut. Ia menjamin di sini tidak ada masalah dalam penyuntikan vaksin itu.
“Sebelum dan sesudah pemberian vaksin kami menunggu kalau ada laporan KIPI. Tapi nyatanya sampai sekarang tidak ada. Kami juga sudah mengecek ke beberapa penerima dan mereka mengaku tidak ada masalah. Jadi bisa disimpulkan untuk saat ini Bitung aman-aman saja,” paparnya.
Jeanestte pun memastikan pemberian dosis kedua vaksin AstraZeneca untuk Batch lain tetap dilanjutkan. Agenda itu tidak ada halangan mengingat rentang waktunya juga lebih lama. Pasalnya jika vaksin Sinovac intervalnya hanya 14 hari, untuk AstraZeneca makan waktu lebih dari empat pekan.
“Tetap dilanjutkan,” pungkasnya.(69)






