274 Kaling dan 1.000 Ketua RT Terima SK

Kinerja tak becus siap-siap diganti

METRO, Bitung- Pemkot Bitung merilis pengangkatan 1.274 perangkat kelurahan yang akan bertugas di wilayah masing-masing. Mereka telah menerima Surat Keputusan (SK) Pengangkatan pada Selasa (08/06) lalu. Dengan begitu, para Kepala Lingkungan atau Kaling dan Ketua RT ini siap menjalankan tugas.

“Iya, SK-nya sudah diserahkan. Setelah itu mereka langsung menjalankan tugas,” ujar Sekretaris Daerah Bitung Audy Pangemanan, Rabu (09/06) kemarin.

Perangkat kelurahan ini terdiri dari 274 Kaling serta 1.000 Ketua RT. Tugas mereka membantu Pemkot Bitung menjalankan program kerja serta kebijakan untuk kepentingan umum. Dan selama bertugas, kinerja mereka akan diawasi oleh Lurah maupun Camat di wilayah masing-masing.

Audy pun menegaskan soal itu. Ia menyatakan kinerja Kaling alias Pala dan Ketua RT akan dievaluasi. Terutama untuk tiga bulan pertama, keberadaan perangkat kelurahan akan benar-benar dipantau. Jika kinerjanya tidak becus sanksi tegas sudah menanti.

“Kalau tidak bagus akan diganti. Mereka sebagai kepanjangan tangan pemerintah harus memberi teladan. Tugas yang diemban harus dilaksanakan dengan baik, serta pelayanan kepada masyarakat wajib diutamakan,” tandasnya.

Tak cuma Lurah dan Camat selaku atasan terdekat, pengawasan terhadap kinerja Kaling dan Ketua RT juga bisa dilakukan masyarakat. Pemkot Bitung kata Audy, membuka seluas-luasnya ruang bagi publik untuk menilai kinerja mereka.

“Jadi kalau ada Pala yang tidak bekerja dengan baik, silahkan laporkan. Masyarakat punya hak untuk itu karena mereka juga digaji dari uang rakyat. Pokoknya kita terbuka saja. Ini sesuai instruksi Pak Walikota dan Wakil Walikota,” tutur yang bersangkutan.

Sebelumnya, pengangkatan Kaling dan Ketua RT ini sempat menuai polemik di sejumlah kalangan, terutama dari pendukung Walikota Maurits Mantiri dan Wakil Walikota Hengky Honandar. Mereka keberatan karena ada oknum yang diangkat punya pilihan politik berbeda sewaktu pilkada. Selain itu, ada juga yang dianggap tidak layak karena rekam jejaknya meragukan.

Hanya saja, tidak semua pendukung berpikir demikian. Sebagian besar diantaranya beranggapan pengangkatan perangkat kelurahan sudah cukup baik. Salah satu yang beranggapan begitu adalah Jemmy Paulus.

“Kalau ada yang kecewa itu wajar. Tapi sebagai pendukung kita juga harus paham. Lalu setelah dilantik Pak Walikota sudah menyampaikan. Beliau bilang tidak ada lagi warna merah, warna biru dan warna-warna yang lain. Jadi kalau sekarang situasinya seperti ini, harusnya itu bisa dipahami. Ini kan sejalan dengan yang beliau bilang bahwa pemerintahan itu tidak boleh diskriminatif,” papar mantan Ketua Satgas Covid-19 Maurits-Hengky ini.

Lagipula lanjut Jemmy, Pemkot Bitung sudah menyatakan akan mengevaluasi kinerja perangkat kelurahan yang tidak sesuai harapan. Penegasan itu menurut dia, harusnya bisa dipahami dengan baik sehingga pengangkatan dimaksud tak dipolemikkan lebih jauh.(69)

Komentar