oleh

Jago Merah Mengamuk, SMP N 1 Motoling Tinggal Puing

METRO, Amurang- Sebanyak 7 ruangan, terdiri dari 4 ruang belajar, 3 ruang kantor dan guru, termasuk ruang IT di SMP Negeri 1 Motoling kini tinggal puing akibat diamuk api. Musibah kebakaran itu terjadi, Minggu (19/07) malam, sekitar Pukul 20.30 wita.

Sebagaimana penuturan salah satu saksi yakni lelaki Jim Tiwa (31), menerangkan bahwa sekitar Pukul 13.00 wita, dirinya mendapat perintah dari Kepala Sekolah, yakni Arie Tiwa, untuk memeriksa lampu di bagian Perpustakaan yang kemudian didapati bahwa tidak ada aliran listrik.

Saksi yang tak lain adalah putra dari Kepala Sekolah SMP N 1 Motoling itu kemudian memeriksa bagian instalasi dan menemukan bahwa yang bermasalah ada di bagian MCB. Saat itu juga dirinya langsung melapor ke PLN melalui aplikasi PLN mobile pada sekitar Pukul 14.01 wita, dan sekitar Pukul14.27, selesai dengan status By Pass (Sambung Langsung dari tiang ke KWH Meter Tanpa MCB).

Naasnya, Sekitar Pukul 21.21 wita, pria tersebut mendapat kabar dari masyarakat  bahwa sekolah mengalami kebakaran kemudian ia segera menuju ke lokasi kejadian yang jaraknya sekira 150 meter dari rumahnya dan melihat sudah Dua kelas yang terbakar. Saar itu juga dirinya langsung memeriksa KWH meter dan sambungan kabel ke instalasi sudah terbakar.

Polsek Motoling yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Iptu Mulyadi Lontaan mendatangi lokasi kebakaran, dengan menggunakan alat seadannya, bersama warga berupaya membantu proses pemadaman, namun sayangnya, api terlanjur membesar. Beruntung lidah-lidah api tak sempat menjilat puluhan rumah disekitarnya.

Kapolsek Iptu Mulyadi Lontaan, menerangkan bahwa pihaknya akan mendalami penyebab kebakaran.

“Api cepat membesar, kami bersama warga berupaya memadamkan kobaran api namun terkendala sarana prasarana serta kekurangan air. Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa dan kerugian di perkirakan mencapai 1 Miliard. Penyebab kebakaran akan didalami oleh Pihak Kepolisian,” ungkap Lontaan.

Musibah kebakaran itu meninggalkan luka mendalam bagi siswa maupun para Alumni. Mereka berharap, pemerintah akan segera merealisasikan program yakni pengadaan mobil Damkar setiap daerah pemilihan (Dapil), agar supaya jika terjadi musibah semacam ini, akan cepat teratasi.(77)

Komentar