oleh

Jika Olly Diangkat Menteri, Liando: Wajar Karena Sulut Dukung Jokowi di 2019

METRO, Manado- Desas-desus Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey akan diangkat menjadi menteri di cabinet kerja Presiden Joko Widodo dan Wapres K.H Ma’aruf Amin kembali muncul. Bahkan Olly yang akan ditunjuk menjadi Menteri Perhubungan RI itu, dikabarkan akan dilantik pada Kamis (16/9/2021).

Kabar ini pun mencuri perhatian publik. Termasuk akademisi FISIPOL Unsrat, Ferry Daud Liando yang ditanyai jurnalis soal tanggapannya.

Menurut Liando, jika benar Olly akan dilantik sebagai Menteri, maka yang akan menggantikan posisinya sebagai Gubernur, tidak lain adalah Wakil Gubernur saat ini, Steven OE Kandouw.

“Kemudian untuk posisi Wakil Gubernur tidak diisi melalui Pilkada langsung namun hanya akan dipilih oleh DPRD Sulut,” ungkap Liando, Rabu (15/9/2021).

Ketua minat Tata Kelola Pemilu PSP Pascasarjana Unsrat ini juga menjelaskan bahwa jika masa periodisasi lebih dari 18 bulan maka posisi Wakil Gubernur tetap harus diisi.

“Kalau jabatan Wakil Bupati Sangihe (yang ditinggal almarhum Helmut Hontong, red), tidak perlu diisi karena jabatan tidak capai 18 bulan sampai akhir masa jabatan pada tahun 2022,” jelas dia.

Dalam pemilihan Wakil Gubernur, semua parpol yang mengusung Olly-Steven pada Pemilihan Kepala Daerah 2020 lalu memiliki hak yang sama. Namun ada perbedaan Partai politik pengusung dan parpol pendukung.

“Kalau parpol pengusung adalah parpol yang memiliki kursi di DPRD. Dan parpol-parpol ini bisa utk mengusung calon wakil kepala daerah. Sedangakan parpol pendukung adalah parpol tidak memilki kursi di DPRD tapi ikut menyatakan dukungan. Tapi parpol pendukung tidak bisa mengajukan calon,” terang Liando.

Ia juga mengatakan bahwa warga Sulut harus beryukur karena Presiden Jokowi memberikan kesempatan lagi kepada putra Sulut dalam jajaran kabinet.

“Namun kebanggan itu harus dijawab dengan memajukan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sulut. Sangat wajar jika putra Sulut dapat bagian karena Sulut merupakan salah satu daerah tertinggi dalam memilih Jokowi pada Pilpres 2019 lalu,” tandas Liando.(37)

Komentar