oleh

Tim Waruga Bekuk Komplotan Pencuri Emas di Tambang Tatelu

METRO, Airmadidi- Aksi komplotan pencuri emas dan perak hasil tambang rakyat di Desa Tatelu, Kecamatan Dimembe, Minahasa Utara dengan kerugian sekitar Rp 200 juta diungkap Tim Khusus (Timsus) Waruga Polres Minahasa Utara. Sebanyak delapan pelaku semuanya warga Desa Minut berhasil dibekuk Timsus Waruga, Sabtu (16/10) akhir pekan lalu.

Kepala Timsus Waruga Polres Minut Bripka Bobby Lakaoni mengungkapkan pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan polisi Nomor :LP/240/X/RES.I/2021 dan Nomor :LP/201/IX/RES.I/2021 yang masuk.
Menindaklanjuti laporan polisi tentang pencurian perak dan emas di lokasi Tambang Tatelu, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, anggota Timsus Waruga Polres Minut langsung turun lapangan, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta melakukan penyelidikan. Dari penyelidikan itu Timsus Waruga memperoleh petunjuk yang mengarah ke para pelaku.

“Adanya petunjuk/informasi tersebut, anggota Timsus Waruga Polres Minut langsung bergerak melakukan pengejaran pelaku di Desa Tatelu Jaga V kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara. Alhasil anggota Timsus Waruga berhasil mengamankan pelaku – pelaku pencurian perak dan emas di lokasi Tambang Tatelu bersama barang bukti hasil curian,” ungkap Lakaoni.

Delapan pelaku pencurian emas dan perak berhasil dibekuk masing-masing lelaki ZI alias Zulkifli (25) warga Desa Tatelu Jaga V sebagai otak, WS alias Wiki (28) warga Desa Tatelu Jaga V, HK alias Hajian (28) warga Desa Kauditan II Jaga VI dan KRP alias Reynal (19) warga Desa Klabat Jaga III, ketiganya sama-sama sebagai eksekutor, AS alias Andre (27), sebagai pengambil ampas REB, FP alias Fanny (37) sama-sama warga Desa Tatelu Jaga V sebagai penyimpan barang bukti hasil curian, RS alias Rival (21) dan GH alias Gilbert (16) sama-sama warga Desa Tatelu Jaga V juga sama-sama sebagai pemonitor situasi di lokasi pencurian.

“Hasil interogasi, para pelaku mengakui sudah tiga kali melakukan aksi pencurian emas dan perak di lokasi tambang Tatelu milik dari Ko Robin. Para pelaku mengaku bahwa emas dan perak hasil curian sebagian sudah dijual dengan harga Rp 69.400.000,” papar Lakaoni seraya menambahkan sebagian barang bukti hasil curian yang masih disimpan oleh para pelaku sudah diamankan polisi.

Lanjut Katimsus sebagian emas dan perak hasil curian dijual kepada lelaki Rafiudin (54) warga Kelurahan Perkamil Lingkungan VI, Manado sebagai penadah. “Para pelaku pernah penjual perak seberat 6,7 kg kepada penadah di Kelurahan Wonasa Tanjung, Manado,” sebut Lakaoni.

Katimsus mengungkapkan aksi pencurian itu sudah direncanakan para pelaku dengan melihat situasi di lokasi, serta melewati jalur alternatif hutan yang diangap aman untuk melakukan aksinya. Dalam aksinya para pelaku menggunakan pakaian hudie, jacket yang bertutup kepala dan menggunakan masker.

“Barang bukti yang berhasil diamankan 3 keping perak, 20 gram emas batang, 2 buah Cana yang berisikan butiran emas, 1 mesin las listrik, 3 karung cana yang sudah di pecahkan dan 1 ujung pipa paralon yang berisikan ampas Reb. Korban mengalami kerugian kuran lebih Rp 200 juta,” tutur Lakaoni.

Ditambahkannya para pelaku bersama barang bukti telah diamankan anggota Timsus Waruga Polres Minahasa Utara ke Polsek Dimembe untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.(23)

Komentar