Jalan Trans Kakenturan-Kokapoi Boltim Lumpuh Total Tertutup Tanah Longsor

Boltim467 views

METRO, Boltim- Tanah longsor lumpuhkan akses jalan Desa Kokapoi dan Kokapoi Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Kamis (03/03) malam lalu. Untung saja tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Dari keterangan warga, timbunan tanah longsor menutup badan jalan hingga 50 meter. Alhasil, akses jalan satu-satunya itu tidak bisa digunakan masyarakat di dua desa tersebut.

“Selang beberapa hari kendaraan roda dua dan roda empat tidak bisa melintas. Karena material longsornya menutup total badan jalan Kokapoi menuju Modoinding,” sebut Aldi bersama warga lainnya kepada METRO, Minggu (06/03) lalu.

Walau begitu, kata mereka, hingga hari ini (kemarin,red) kendaraan bermotor roda dua sudah bisa melintas meski harus berhati-hati. “ Kendaraan roda empat belum bisa lewat, karena material longsor belum semua dibersihkan. Masih menunggu alat berat dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut),” ujarnya. Mereka berharap, pemerintah provinsi secepatnya bergerak mengerahkan alat-alat berat untuk membersihkan material longsor diruas jalan Kokapoi dan Kokapoi Timur Boltim.

Sebab curah hujan masih sangat tinggi. Takutnya terjadi lagi longsor susulan. Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boltim Drs. Elvis Siagian ketika dikonfirmasi koran ini via ponselnya kemarin membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan, setelah mendapat laporan, pihaknya langsung melaporkan ke Pemerintah Provinsi Sulut seraya meminta segera menurunkan alat berat untuk membersihkan tanah longsor yang menutup badan jalan Kokapoi-Kakenturan.

“Penanganan material longsor di jalan Kokapoi-Kakenturan Modoinding kewenangan Pemerintah Provinsi. Kami di Kabupaten sudah laporkan saat setelah kejadian,” jelas Elvis. Lanjut, himbaunya, masyarakat Boltim khususnya harus lebih waspada, karena menurut BMKG, cuaca buruk curah hujan berkepanjangan masih terjadi hingga pertengahan Maret 2022. “ Mari kita lebih waspadai terhadap ancaman tanah longsor,” tambahnya.(40)

Komentar