IAI Sulut Gelar Seminar dan Rakerda, Himpun Empat Organisasi Farmasi

Kesehatan104 views

METRO, Manado- Ikatan Apoteker Indonesia Sulawesi Utara (IAI Sulut) melalui Himpunan Seminat Farmasi (Hisfarsi), menyelenggarakan kegiatan Seminar dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda), di Hotel Grand Whiz Manado, pada Sabtu (12/8).

Seminar ini mengusung tema implementasi regulasi untuk jaminan kualitas layanan kefarmasian dan keselamatan pasien.

Seminar dan Rakerda ini mengangkat 3 materi bahasan, yaitu peningkatan kemampuan organisasi dan pharmaprenurship seminat, peran apoteker dalam jaminan kesehatan nasional, dan pengawasan implementasi regulasi di sarana distribusi obat dan layanan kefarmasian.

Peserta seminar berasal dari empat organisasi apoteker, yaitu Himpunan Farmasi Rumah Sakit, Himpunan Seminat Farmasi Kesehatan Masyarakat, Himpunan Farmasi Distribusi, serta Himpunan Farmasi Masyarakat.

Ketua IAI Sulut, apoteker (apt) Gerald Rundengan, mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk menghimpun semua organisasi apoteker agar dapat mengoptimalkan peran apoteker dalam memberikan pelayanan kefarmasian terhadap masyarakat.

“Kedepan akan ada program bersama antar apoteker di rumah sakit, apotik, distribusi farmasi, dan puskemas. Harapannya kita bisa kerja sama, ada kegiatan-kegiatan bersama supaya layanan ke pasien bisa dimaksimalkan,” ujar Gerald.

Ia mengatakan, apoteker dituntut untuk selalu meningkatkan kompetensi, karena menurut Gerald terkadang masyarakat belum paham profesi apoteker. “Makanya perlu adanya kolaborasi. Kita buat FGD supaya brand image apoteker semakin dikenal masyarakat. Mari kita saling membangun kemampuan dan komitmen kita dalam kefarmasian,” katanya.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Pusat IAI, apt Lilik Yusuf Indrajaya, mengungkapkan bahwa seluruh himpunan seminat akan melaksanakan program-program yang telah dibuat oleh pengurus daerah IAI. “Sehingga kepengurusan dari satu kesatuan akan menjadi bermanfaat untuk seluruh apoteker terutama di Sulawesi Utara,” ujarnya.

Lilik berpesan agar seluruh apoteker terus mengasah kemampuan berorganisasi untuk menambah wawasan dan kemampuan untuk menjadi pimpinan.

“Apoteker mulai dari bekerja langsung otomatis menjadi pimpinan baik di apotik maupun instalasi pelayanan lainnya, sehingga dengan mengasah kemampuan berorganisasi, termasuk kemampuan kolaborasi bersama tenaga kesehatan lainnya seperti dokter perawat dan juga bidan,” jelas Lilik.

Total peserta yang mengikuti kegiatan berjumlah 265 orang apoteker yang berasal dari Sulawesi Utara. Ada juga peserta dari luar daerah yang mengikuti seminar dan Rakerda secara daring.(71)

Komentar