Ribuan Produk Asal Tiongkok Dimusnahkan Karantina Sulut

KORANMETRO.COM- Karantina Sulawesi Utara memusnahkan ribuan produk impor asal Tiongkok, pada Rabu (15/7/2026).

Sebanyak 1.185 kemasan produk impor asal Tiongkok dimusnahkan karena tidak memiliki dokumen karantina

Bacaan Lainnya

Produk-produk ini adalah hasil penindakan kekarantinaan yang terkumpul di kotak sampah karantina atau quarantine bin, di area Bandara Sam Ratulangi Manado, sejak tanggal 3 Juni hingga 14 Juli 2026.

“Quarantine bin ini disediakan khusus agar para penumpang dari luar negeri yang barang bawaannya tidak mengantongi dokumen karantina dari negara asal, dapat membuangnya secara sukarela sebelum melewati pemeriksaan,” ujar Kepala Karantina Sulawesi Utara, Agus Mugiyanto.

Ia menjelaskan, proses pemusnahan dilakukan dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat dan dipastikan tidak mencemari lingkungan.

Agus bilang, komoditas tanpa dokumen sangat berbahaya bagi perkebunan, peternakan, dan perikanan Indonesia karena berpotensi membawa wabah penyakit.

“Daging babi dan olahannya sangat diwaspadai karena berpotensi membawa virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi. Virus ini sangat stabil, tahan lama di produk olahan, dan bisa menghancurkan industri peternakan babi lokal jika sampai menular,” ungkap Agus.

Lanjut dikatakan Agus, produk ikan olahan tanpa proses yang tersertifikasi, rentan membawa bakteri patogen, parasit, atau virus ikan yang dapat mencemari perairan dan mengancam keberlangsungan budidaya ikan di Sulawesi Utara.

Sedangkan bibit, buah, & sayuran segar, kata Agus, dapat membawa organisme pengganggu tumbuhan karantina seperti kutu daun, ulat, virus tanaman, atau jamur berbahaya.

“Bibit yang terinfeksi bisa menularkan penyakit ke perkebunan lokal dan merusak komoditas pertanian andalan kita,” katanya.(ian)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan