oleh

Warga Keluhkan Kelangkaan Gas Elpiji Bersubsidi di Bulawan

-Ekonomi, Totabuan-41 views

Salah satu pangkalan gas elpiji di Bulawan Boltim

METRO, Boltim- Sejumlah warga desa Bulawan Kecamatan Kotabunan mulai resah, karena beberapa bulan terakhir ini mereka kesulitan untuk mendapat tabung gas elpiji bersubsidi di wilayah mereka. 

Menurut warga, sudah dua bulan lebih tidak ada lagi pasokan gas elpiji dari pihak Pertamina.

“Torang pe harapan dapat tabung gas elpiji cuma dari pangkalan ini. Mar so berapa bulan, pangkalan tersebut kosong gas elpiji. Terpaksa torang bli tabung gas di wilayah Tutuyan meski harganya sedikit diatas harga pangkalan,” keluh Udin, Dewi, Masat warga Bulawan kepada METRO, Kamis (6/9/2018). 

Mereka sangat berharap mendapat perhatian pemerintah daerah terkait kebutuhan mereka.

Hal ini diakui pemilik pangkalan, Fadly Losung ketika ditemui METRO. 

Dia mengatakan, pasokan gas elpiji di pangkalannya dihentikan karena mendapat skorsing dari pihak PT Pertamina melalui Agen PT Mangimbali. 

Namun, dia mengaku heran, baru-baru ini juga pangkalan miliknya tiba-tiba saja mendapat surat teguran. Sementara jatah tabung gas tersebut belum masuk-masuk. 

“Kami sendiri sudah memperbaiki Loogbook, tapi jatah gas elpiji belum masuk. Malah dapat lagi surat teguran,” sebut Fadly. 

Pihak agen gas elpiji, yakni Pimpinan PT Mangimbali Aprisilia Sumilat ketika dikonfirmasi via ponsel WA pribadinya menjelaskan bahwa pihak agen melalui bagian administrasi sudah menghubungi pemilik pangkalan, untuk menanda-tangani surat pernyataan tetapi  tidak direspon. 

“Admin telepon tidak direspon. Tidak tertib Loogbook. Jadi tolong direspon saja supaya lancar komunikasi,” tulis singkat Aprisilia. 

Terkait masalah ini, secara terpisah Kepala Bagian Sumber Daya Mineral (SDM) Pemkab Boltim Hasman Bahansubu ST mengatakan, bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) telah melayangkan undangan rapat kepada PT Mangimbali. 

“Pekan depan, perusahaaan agen gas elpiji akan diihadirkan untuk rapat bersama,” tambah Hasman.

Penulis: Erwin Winerungan

Komentar