oleh

Sopir Grab Asal Bitung jadi Korban ‘Penculikan’ Debt Collector

-Minut & Bitung-77 views

foto ilustrasi.(ist)

METRO, Bitung- Penarikan kendaraan oleh salah satu perusahaan pembiayaan, Suzuki Finance, menuai keberatan dari seorang debitur. Bagaimana tidak, tindakan yang melibatkan debt collector itu sempat diwarnai aksi ‘penculikan’.
“Saya diculik dan mengalami persekusi,” klaim debitur yang jadi korban aksi tersebut, Jemmy Paulus, Sabtu (23/02/2019).
Peristiwa ini terjadi dua hari sebelumnya. Kala itu Jemmy tengah menjalankan profesinya sebagai sopir taksi online.
“Saya dibawa ke tempat yang sepi dan jauh dari permukiman. Ditambah lagi waktu itu sudah malam, kira-kira hampir jam 8,” ungkapnya.
Ironisnya lanjut dia, aksi tersebut terjadi setelah dirinya baru membayar angsuran mobil yang ditarik, yakni Suzuki Ignis warna hitam DB 1533 CG.
“Sebelumnya menunggak dua bulan. Tapi pagi sebelum kejadian kami sudah membayar yang satu bulan. Jadi kami punya itikad baik untuk melunasi tunggakan itu. Apalagi mobil terus saya pakai untuk Grab,” katanya.
Jemmy pun menceritakan kronologis ‘penculikan’ yang dialami. Kondisi itu bermula ketika dirinya menerima order penumpang. Orderan berasal dari lokasi yang tak jauh dari rumahnya, yakni di Kampung Unyil, Kelurahan Pateten Tiga, Kecamatan Maesa, Bitung.
“Mereka ada dua orang dan minta diantar ke Kaima (Kecamatan Kauditan,red), tepatnya di kompleks Kantor Hukum Tua,” tuturnya.
Dalam perjalanan ketika mendekati lokasi tujuan, tiba-tiba salah satu penumpang meminta diantarkan ke tempat yang lain. Tempat tersebut masih berada di wilayah Desa Kaima, namun arahnya bukan ke permukiman.
“Saya tahu itu arahnya ke perkebunan. Memang ada perumahan di sekitar situ, tapi lokasi yang diminta sudah melewatinya,” ujarnya.
Singkat cerita, saat itulah Jemmy mengalami ‘penculikan’ sekaligus persekusi. Dirinya diintimidasi dan merelakan mobilnya dibawah kabur alias dirampas.
“Sebelumnya saya sempat kaget. Sebab ketika masuk ke wilayah yang dituju tiba-tiba mobil dicegat. Ada sekitar belasan orang yang menghadang dan meminta saya turun. Sementara dua penumpang yang saya bawa tidak bereaksi apa-apa. Yang satu memang turun tapi dia justru terlihat akrab dengan mereka. Dari situ saya sadar bahwa ini akal-akalan mereka,” paparnya.
Drama ‘penculikan’ itu sempat diwarnai aksi kejar-kejaran. Pasalnya Jemmy yang tidak rela mobilnya dirampas menyembunyikan kuncinya.
“Tapi mereka berhasil mengejar dan mengambil kuncinya. Setelah itu mereka langsung pergi dan meninggalkan saya,” sebutnya seraya mengaku sudah melaporkan insiden itu ke polisi, tepatnya di Polsek Kauditan.
Mirisnya, di dalam mobil yang dirampas terdapat sejumlah barang milik pribadi. Selain beberapa potong pakaian serta laptop dan ponsel, ada juga uang tunai sebesar Rp4 juta.
Dari Polsek Kauditan sendiri belum diperoleh keterangan terkait kejadian itu. Kendati demikian, laporan yang dibuat Jemmy sudah tercatat dengan nomor STPL/II/2019/Sek.Kauditan. Laporan tersebut tertanggal 21 Februari 2019.(bds)

Komentar