oleh

Polisi Bongkar Sindikat Peredaran Obat Keras di Minahasa

Polisi menunjukan para pelaku dan barang bukti

METRO, Tondano – Tiga lelaki yang diduga kuat sebagai sindikat peredaran obat keras di wilayah Minahasa diamankan petugas Satuan Narkoba Polres Minahasa dalam beberapa hari.
Ketiga pelaku itu yakni KW alias Kelvin (35) Kelurahan Rinegetan, Kecamatan Tondano Barat. Selanjutnya RM alias Iman (24) warga Kelurahan Wewelen, Kecamatan Tondano Barat serta MRH alias Fandi (24) warga Kelurahan Titiwungen Utara, Kecamatan Sario, Manado.

Kapolres Minahasa AKBP Denny Situmorang SIK melalui Kabag Ops Kompol Yuriko Fernanda SIK kepada wartawan, Selasa (22/10/2019) tak menapik hal itu.
“Berkaitan dengan tindak pidana di bidang kesehatan. Itupun berdasarkan dua laporan polisi yang masuk ke kami,” kata Fernanda.

Sementara Kasat Narkoba Polres Minahasa Iptu Erween Tanos menjelaskan bahwa pengungkapan kasus itu berawal Jumat (18/10/2019) sekitar pukul 19.15 Wita di jalan raya Kelurahan Rerewokan, Kecamatan Tondano Barat. Dimana petugas Satuan Narkoba Polres Minahasa mengamankan Kelvin yang seharinya sebagai sopir.
Ketika itu Kelvin sedang melakukan transaksi obat Keras yang diduga jenis Trihexyphenidyl kepada lelaki Novri Paloon. Dari tangan Kelvin, polisi mengamankan 112 butir Trihexypenidyl, uang Rp 900 ribu, dua Handphone serta satu unit motor.
Dari penangkapan itu polisi melakukan pengembangan, sekitar pukul 23.30 wita di Kelurahan Wewelen ditangkaplah lelaki Iman. Dimana Iman berperan sebagai penjual obat keras kepada pelaku Kelvin.

Setelah melakukan penggeledahan di rumah Iman, polisi mendapati sejumlah barang bukti. Seperti 26 butir Trihexypenidyl, uang tunai Rp 148 ribu dan dua HP milik Iman serta satu HP dan uang tunai Rp 148 ribu milik Raimond Mandang.
Polisi tak hanya berhenti disitu, Sabtu (19/10/2010) sekitar pukul 19.30 Wita, dilakukan penangkapan terhadap pelaku Fandi di ruas jalan Desa Sea, Kecamatan Pineleng. Kepada petugas, Fandi mengaku jika obat keras yang diedarkannya tersimpan di Perum Mawaru, Kecamatan Pineleng.
Polisi pun langsung bergerak mendatangi rumah milik Taslim Broo dan mendapati barang bukti berupa Obat Keras Jenis Trihexypenidyl sejumlah 6 ribu butir.

“Total obat keras jenis Trihexyphenidyl yang diamankan sebagai barang bukti sebanyak 6.138 butir,” jelas Tanos.
Lanjutnya, kini ketiga pelaku sudah ditahan di Mapolres Minahasa guna proses hukum selanjutnya.(cel)