oleh

Warga Wori Tolak Lahan Pekuburan Covid-19

banner 1050236

Warga Desa Wori menutup jalan masuk ke lahan yang rencananya akan dijadikan pekuburan Covid-19.

 

 

 

 

 

METRO, Airmadidi – Rencana Pemprov Sulawesi Utara untuk menyediakan lahan seluas 5 hektar untuk pemakaman khusus jenasah yang meninggal akibat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) menuai protes dari warga Ilo-ilo, Desa Wori Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara (Minut). 

Sosialisasi yang rencananya akan digelar pihak Pemprov Sulut di Balai Desa Wori Selasa (28/04/2020)  menemui jalan buntu akibat protes keras yang dilakukan warga. Warga menutup pintu masuk kawasan Ilo-ilo. Ratusan warga  memadati Balai Desa melayangkan protes keras atas rencana Pemprov Sulut ini yang dihadiri Asisten I Setdaprov Sulut Edison Humiang.  Dirinya menyayangkan penolakan tersebut.

Warga yang menutupn pintu masuk kawasan Ilo-ilo membentangkan spanduk  penolakan yang berbunyi “Warga Ilo-Ilo tolak manta-manta kubur korona.” “Kami seluruh elemen masyarakat Desa Wori menolak, sekali lagi menolak pembuatan pekuburan ex penderita Covid-19. Tolak, Tolak dan Tolak.” 

“Kami tetap menolak rencana membuat kubur Covid-19 di desa kami, karena yang akan merasakan langsung adalah kami. Kalau ada ambulance membawa jenasah covid kalau perlu kami bakar,”  tandas Tenni Kilapong warga setempat.

Warga lain menyoroti tidak ada sosialisasi, tetapi sudah memasangan patok batas lahan pekuburan. 

Sementara itu terkait rencana tersebut Bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan didampingi Plh Sekda Drs Allan Mingkid mengakui tidak ada pemberitahuan dan sosialisasi dari Pemprov Sulut.

“Sesuai Perda untuk pendirian lahan pekuburan harusnya ada izin dari kepala daerah. Tidak boleh sembarang. Apalagi justru lahan itu ada di tengah-tengah pemukiman warga. Masih banyak tempat lain yang jauh dari pemukiman warga,” tandas  Panambunan.(RON)