Pendapatan Daerah Terhambat Situasi Pandemi

METRO, Bitung- Pemkot Bitung melaksanakan rapat evaluasi perihal kinerja di bidang keuangan. Rapat itu membahas capaian Pendapatan Asli Daerah atau PAD, serta tingkat serapan anggaran hingga bulan berjalan ini. Nah, dalam kesempatan itu terungkap jika situasi pandemi jadi penghambat.

Rapat berlangsung Rabu (19/05) kemarin di Kantor Walikota Bitung, tepatnya di Ruang SH Sarundajang. Walikota Maurits Mantiri beserta Wakil Walikota Hengky Honandar memimpin langsung rapat ini.

Keluhan terkait situasi pandemi terungkap dalam laporan Kepala Badan Pendapatan Daerah Pemkot Bitung, Oktavianus Kandoli. Yang bersangkutan menyampaikan hal itu ketika membacakan realisasi PAD hingga Bulan Maret lalu.

“Dilihat dari capaian persentasenya memang masih tergolong kecil. Tapi mengingat saat ini kita masih dalam situasi pandemi, maka capaian yang ada cukup menggembirakan,” katanya.
Ia pun membeber capaian PAD per Bulan Maret lalu. Dari total target tahun ini sebesar Rp 84,9 miliar, yang tercapai baru sebagian kecil, yakni 18,5 persen. Meski demikian, jika ditambah dengan capaian Bulan April angka yang ada sudah lebih baik.

Oktavianus pun mencontohkan dampak pandemi Covid-19 dalam realisasi PAD. Di Bagian Umum Sekretariat Daerah misalnya, bekas Kepala Dinas Tenaga Kerja ini menyentil soal larangan berkumpul dalam situasi sekarang. Kondisi itu kata dia, mengakibatkan PAD yang didapat dari jasa penyewaan Aula SH Sarundajang jadi nihil.
“Kalau dulu kan masyarakat yang ingin bikin acara atau kegiatan bisa menyewa gedung ini. Tapi sekarang, karena ada protokol kesehatan hal itu tidak bisa lagi. Akibatnya PAD dari Bagian Umum jadi berkurang seperti sekarang,” terangnya.

Hal serupa juga terjadi di Dinas Tenaga Kerja. PAD dari pengurusan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing atau IMTA, belum maksimal karena kondisi saat ini. Pelarangan dan pembatasan kunjungan warga asing jadi penyebab.

“Jadi ini bukan karena dicari-cari, tapi kenyataan memang demikian,” kata dia.

Oktavianus sendiri mengaku tertantang dengan kondisi tersebut. Meskipun jadi penghambat, dirinya berjanji akan mencari jalan keluar atas kenyataan itu. Kepada Walikota dan Wakil Walikota, ia berjanji akan berupaya maksimal memenuhi target PAD yang ditetapkan.

Ia mengaku sudah memikirkan beberapa langkah untuk persoalan di atas. Terhadap sumber PAD yang benar-benar tak bisa diharapkan, ia menyebut akan melakukan evaluasi. Dan sebagai gantinya, instansi yang ia pimpin akan mengusahakan sumber-sumber PAD baru.

Walikota saat menanggapi laporan itu tidak mempermasalahkannya. Ia justru mengapresiasi perangkat daerah yang tetap berusaha meski dalam situasi sulit.

“Harus diakui memang situasi lagi tidak menguntungkan. Tapi saya dan Pak Wakil Walikota bangga karena teman-teman tetap bekerja keras. Saya cuma minta hal itu terus dipertahankan agar kita bisa capai apa yang ditargetkan,” tutur Maurits.

Ia pun mendukung penuh usaha mencari sumber PAD baru. Menurut dia, gebrakan itu memang harus dilakukan dalam situasi sekarang. Ia mendorong perangkat daerah yang mengelola PAD untuk berinovasi. Mereka diminta tidak terpaku dan stagnan dengan keadaan.

“PAD modal pemerintah dalam menjalankan pembangunan daerah. Kalau ini tidak capai target, tentu dampaknya akan dirasakan semua pihak, terutama masyarakat. Jadi saya harap terus kedepankan pola pikir yang inovatif dan kreatif untuk mengatasi hambatan yang ada,” pintanya.(69)

Komentar