oleh

Bitung Kembali Masuk Zona Merah

Maurits perintahkan PPKM harus lebih serius

METRO, Bitung- Kota Bitung menjadi satu dari dua daerah di Provinsi Sulut yang kembali masuk zona merah penyebaran Covid-19. Penambahan kasus harian yang signifikan jadi penyebab situasi tersebut. Alhasil, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) harus semakin dimaksimalkan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Pemprov Sulut yang dirilis Kamis (22/07) kemarin, total kasus positif di Bitung terus mengalami penambahan menjadi 1.756 kasus. Jumlah itu didapat karena pada Rabu (21/07) ada 34 kasus baru yang diumumkan. Dengan begitu, jika kemarin ada lagi kasus baru maka jumlahnya kembali bertambah.

Pada periode yang sama, Bitung juga mencatat 1.338 kasus sembuh sejak pandemi ini dimulai. Data itu dibarengi dengan jumlah kematian yang tercatat sebanyak 41 kasus, serta jumlah kasus aktif atau dalam perawatan sebanyak 377 kasus.

Peningkatan status zonasi ini langsung mendapat perhatian pimpinan daerah. Walikota Bitung Maurits Mantiri yang masih menjalani isolasi mandiri menggelar rapat secara virtual dengan Satgas Covid-19. Ia menyampaikan sejumlah hal penting dalam rapat tersebut (selengkapnya lihat di grafis).

“Kita harus pastikan metode apa yang akan kita pakai dalam penanganan zona merah ini. Ini tidak main-main, sekarang situasinya darurat sehingga butuh keseriusan semua pihak,” ujarnya pada rapat dimaksud.

Maurits mengingatkan kebijakan PPKM benar-benar dilaksanakan secara fokus. Kondisi yang dimunculkan harus bisa membuka pemahaman masyarakat bahwa penyebaran Covid-19 berada di level genting.

“Jadi Pak Sekretaris Daerah (Audy Pangemanan,red) tolong benar-benar fokus. Arahkan satgas supaya bisa menjalankan peran mereka dengan maksimal,” pintanya.

Walikota pun menyentil soal data dalam rapat itu. Ia menegaskan bahwa pendataan jadi salah satu faktor kunci dalam memerangi penyebaran Virus Corona. Tanpa data yang valid kata dia, maka penanganan tidak akan berjalan sistematis.

“Tapi untuk pelaksanaan PPKM tolong memperhatikan aspek humanis. Kita juga harus pahami kondisi masyarakat saat ini,” katanya.

Wakil Walikota Hengky Honandar juga turut bicara dalam rapat itu. Ia membahas soal pelaksanaan kerja di lingkungan Pemkot Bitung. Untuk sementara kata dia, kebijakan WFH alias work from home (kerja dari rumah,red) harus kembali diambil.

“Dengan memperhatikan situasi sekarang maka persentasenya 75 persen WFH dan sisanya di kantor. Ini harus diinformasikan ke masyarakat supaya mereka tahu dan tidak menimbulkan polemik,” tuturnya.(69)

Komentar