oleh

Ikan Malalugis dan Cabai Rawit Andil Terbesar Inflasi di Manado

METRO, Manado- Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada bulan Juli 2021 inflasi di Kota Manado sebesar 0,28 persen, inflasi tahun kalender sebesar 1,80 persen dan inflasi year on year 3 persen.

“Inflasi di Kota Manado karena adanya peningkatan indeks harga konsumen dari 107,36 pada Juni 2021, menjadi 107,66 pada Juli 2021,” ujar Kepala BPS Sulut, Asim Saputra via streaming youtube, Senin (2/8) siang.

Dijelaskan Asim, dari sebelas kelompok pengeluaran di Kota Manado, tujuh kelompok pengeluaran mengalami peningkatan indeks, yaitu pada kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 1,04 persen, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,83 persen, kelompok transportasi sebesar 0,11 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,05 persen, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,01 persen dan kelompok
perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,01 persen.

“Satu kelompok yang mengalami penurunan indeks yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,09 persen,” jelasnya.

Kelompok yang tidak mengalami perubahan, menurut Asim yaitu kelompok kesehatan, kelompok pendidikan dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran.

Ia menyebut, komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap Inflasi Kota Manado adalah ikan malalugis, cabai rawit, ikan cakalang, bawang merah, tomat, daging babi, buku tulis, angkutan udara, minyak goreng, dan anggur.

“Sementara komoditas yang memberikan andil deflasi terbesar adalah pisang, lemon, ikan deho, ikan tude, emas perhiasan, cumi-cumi, jahe, air kemasan, daging ayam ras dan wortel,” kata Asim.

Dia juga mengungkapkan bahwa di Pulau Sulawesi, pada Juli 2021 tercatat 10 kota mengalami inflasi dan 3 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bau-Bau sebesar 0,91 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Bulukumba sebesar 0,05 persen.

“Deflasi tertinggi terjadi di Kota Mamuju sebesar 0,46 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Luwuk sebesar 0,06 persen,” pungkas Asim.(71)

Komentar