METRO, Amurang- Nasib malang dialami oleh lelaki bernama Jhoni Katupayan (46) warga desa Karowa, Kecamatan Tompasobaru, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Pasalnya, petani pengolah aren itu nyaris saja merenggang nyawa akibat diterkam seekor babi hutan. Peristiwa berdarah itu terjadi di perkebunan desa setempat, Rabu (08/09) pagi, sekitar pukul 10.00 Wita.
Sebagaimana informasi yang dihimpun, korban yang berprofesi sebagai petani pohon enau sepeti biasa setiap pagi hari beranjak dari rumah untuk pergi ke kebun untuk melakukan aktivitas sebagai petani.
Ditengah kesibukan melakukan tugasnya, tiba-tiba ia mendengar suara teriakan warga yang sedang berburu atau mengejar seekor babi hutan. Mendengar teriakan para pemburu itu, korban meninggalkan pekerjaannya dan pergi bergabung berburu hewan liar tersebut.
Sial bagi korban, belum saja dirinya bergabung dengan pemburu lainnya, dirinya bertemu dengan babi hutan yang sedang ganas itu dan langsung menyerang korban dengan menerkam serta menggigit badan korban. Korban tak tinggal diam, dan tetap memberikan perlawanan untuk menyelamatkan diri dari serangan babi tersebut.
Akibatnya petani malang ini mengalami luka robek dibeberapa bagian tubuh, seperti di lengan kanan dan kiri, bagian kepala dan bagian tubuh lainnya.
Kapolsek Tompasobaru Iptu Jeffry Maeilensun ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.
“Benar ada peristiwa di lokasi perkebunan Rata wilayah kepolisian desa Karowa, dimana salah satu warga diserang oleh babi hutan. Dan saat ini korban sementara menjalani perawatan di rumah sakit,” ujar Mailensun.
Sementara itu, hewan ganas yang menyerang korban langsung dibunuh oleh para pemburu.(77)






