oleh

Korban Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Guru SMA, Bertambah

Lengkong: Terduga Pelaku Sudah Dinonaktifkan

METRO, Amurang- Korban pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh seorang oknum guru SMA Negeri 1 Motoling, terus bertambah menjadi lima siswi. Hal itu diungkapkan oleh Kacabdin Dikda SMA SMK Minsel-Mitra Max Lengkong saat ditemua wartawan.

Dijelaskannya, instansi yang dipimpinnya sudah minta kepada kepala sekolah untuk melakukan investigasi adanya korban lain, dan memberikan perlindungan kepada korban agar bisa mengaku atau memberikan keterangan secara terbuka.

“Sesuai keterangan yang disampaikan oleh salah satu Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) SMA N 1 Motoling, sudah ada lima atau enam orang yang mengaku menjadi korban. Selain itu dari hasil Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Selasa (14/10), ada korban yang mengaku mengalami perlakuan tak senonoh sejak masih kelas 10,” beber Lengkong.

“Pemeriksaan terhadap terduka pelaku, dia mengakui bahwa foto yang viral itu benar adalah dirinya, namun dia membantah melakukan pelecehan terhadap para siswi itu. Menurut lelaki berinisial MT, pengambilan foto terjadi pada Senin 27 September sekitar pukul 13.14 wita, sementara keterangan siswa yang mengambil foto menerangkan kejadian itu terjadi pada Senin 27 September sekitar pukul 14.00 Wita,” ujar Lengkong.

Lanjut dijelaskan Lengkong, momen pengambilan foto itu terjadi saat siswa sedang mengurus bea siswa PIP dan sedang menginput format di komputer.

Korban sendiri bukan siswa penerima bea siswa, yang menerima adalah teman korban. Tapi karena temannya tidak bisa mengoperasikan computer, akhirnya temannya meminta bantuan korban untuk menginput format. Diduga saat itulah MT melakukan aksinya.

“Untuk saat ini kami tidak bisa mendatangkan korban untuk diwawancara karena masih trauma, dan belum diizinkan pihak keluarga. Hanya teman korban yang mengambil foto yang dimintai keterangan,” terangnya.
Lanjut Kacabdin, oknum guru tersebut sudah diwawancara, selanjutnya memberikan surat perintah kepada kepala sekolah untuk menonaktifkan sementara. Artinya belum mengizinkan bersangkutan pergi ke sekolah untuk menjaga keamanan dan nama baik sekolah.

“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua, dan saya mengimbau kepada semua guru agar menjaga etika moral,” pesan Lengkong.(77)

Komentar