METRO, Boltim- Program vaksinasi Corona Virus Desease 2019 (Covid 19) di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) ternyata masih sangat rendah. Baru 30 persen warga yang mendapatkan suntikan vaksin. Hal ini disampaikan tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boltim dan Polres Boltim dalam sosialisasi vaksinasi di SMP Negeri 2 Modayag Kecamatan Mooat, Kamis (14/10) kemarin.
Informasi yang dihimpun METRO dalam sosialisasi tersebut, petugas kesehatan Puskesmas Mooat menyebutkan bahwa rendahnya capaian vaksinasi mengakibatkan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Boltim masih berada pada level tiga. Berbeda disejumlah daerah Kabupaten dan Kota lainnya, aturan PPKM kini telah berada pada level tiga. Maka aktifitas masyarakat termasuk kegiatan belajar mengajar siswa bisa dilaksanakan tatap muka.
Sebab itu, Kapolsek Modayag Iptu Amri Mamijo mengatakan, belum maksimalnya target vaksinasi, Polres Boltim, TNI bersama Pemerintah Daerah akan memberlakukan kegiatan penyekatan diwilayah perbatasan yakni Boltim dan Minahasa Selatan (Minsel), Boltim dan Kota Kotamobagu (KK) serta Boltim dan Minahasa Tenggara (Mitra).
“ Semua pintu masuk dan keluar perbatasan akan dibangun Pos Penyekatan. Warga yang keluar wajib menunjukan surat vaksin. Warga yang didapati belum divaksin langsung dilayani penyuntikan Vaksin. Sedangan warga yang hendak masuk ke Boltim juga akan diminta surat vaksin. Kalau tidak ada, mereka tidak bisa masuk,” jelas Amri.
Terkait hal ini juga, Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 2 Modayag di Kecamatan Mooat Berty Rori,MPd mengaku bahwa dari 130-an siswa baru 50-an siswa yang divaksin. Karenanya, ia mendorong kepada orang tua siswa yang belum menerima vaksin agar mengizinkan anak-anak siswa SMP mendapat suntikan vaksin dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid 19.
Namun ada yang menarik, beberapa saat setelah sosialisasi tersebut, Kapolsek Modayag bersama anggota langsung bertolak ke perbatasan Boltim –Minsel. Dia menyayangkan, ternyata belum ada kesiapan pengawasan di Posko penyekatan perbatasan tepatnya di Desa Mikotompia. Tak berapa lama kemudian, Kapolsek balik kanan menuju Kecamatan Modayag untuk memantau Posko penyekatan di perbatasan Boltim-KK. (40)






