Idul Adha Dimaknai Menghormati Orang Tua dan yang Lebih Tua

Sulut51 views

METRO, Manado- Brigjen TNI Wakhyono, S.Sos., M.I.P. selaku Danrem 132/Santiago, didampingi para Kasi Kasrem dan keluarga besar Korem serta masyarakat melaksanakan sholat Idul Adha, Kamis (29/06) di pelataran Markas Korem.

Tema tahun ini yaitu “Jadikan Idul Adha 1444 H/2023 M Sebagai Sarana Peningkatan Ketakwaan dan Kepedulian”.

Pada kesempatan itu Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Wakhyono mengatakan, pelaksanaan sholat Idul Adha yang dilaksanakan setahun sekali merupakan kegiatan keagamaan yang rutin dilakukan dan diikuti oleh seluruh masyarakat yang beragama muslim, untuk hadir bersama sama bersujud kepada Allah swt.

“Kegiatan sholat Idul Adha yang dilaksanakan bersama prajurit dan masyarakat ini sebagai bentuk kemanunggalan TNI-Rakyat,” kata Danrem.

Dikatakan Danrem, banyak makna yang dapat diambil pada hari raya Idul Adha ini berkaitan dengan kepedulian kita dengan masyarakat dan lingkungannya, yaitu mengorbankan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat khususnya masyarakat yang tidak mampu.

Selain itu, Idul Adha menjadi sebuah peristiwa untuk dimaknai sebagai konteks untuk taat kepada orang tua dalam hal tidak bertentangan dengan norma norma yang ada, seperti menyayangi dan menghormati orang tua kita termasuk orang orang yang lebih tua dari kita.

Dalam menjalankan perintah agama dan bentuk kepedulian, solidaritas dan persaudaraan antar sesama, Korem 131/Santiago juga melaksanakan kegiatan pemotongan hewan qurban sebanyak 4 ekor Sapi dan 4 ekor Kambing. Pembagian daging qurban akan dibagikan kepada masyarakat khususnya masyarakat yang sudah terdata pada data kita, karena mereka yang berhak untuk menerimanya.

“Selaku Komandan Korem 131/Santiago saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Provinsi Sulawesi Utara atas perhatian dan kepedulian kepada kami melalui pemberian berupa 1 ekor hewan sapi yang siap potong untuk masyarakat khususnya yang disekitar korem 131/Santiago. Semoga apa yang menjadi kebaikan dari pimpinan Sulawesi Utara akan menjadi berkah untuk kita semuanya,” ujar Brigjen TNI Wakhyono.

Dalam ceramahnya Wakil Rektor IAIN Manado, Sahari Salahuddin sebagai Khotib mengungkapkan hikmah dibalik pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan istrinya Hajar, Nabi Ismail dan juga Nabi Muhammad saw,

Bahwa salah satu pelajaran yang dapat kita ambil yaitu belajar berkorban untuk Allah swt, dimana kepasrahan dan pengorbanan Ismail bersama ayahnya Ibrahim merek berlomba lomba untuk mendapatkan cinta Allah walaupun yang dikorbankan adalah diri Ismail. Saat ini kita tidak dituntut mengorbankan anak kita seperti Nabi Ibrahim, kita hanya diminta mengorbankan sebagian yang kita miliki dalam bentuk hewan qurban tetapi pahala sungguh sangat luar biasa.

Dikatakannya, dalam konteks kita saat ini selain menyembelih hewan qurban, pengorbanan kita harus maknai lebih luas dan mendalam sesuai dengan konteks perjuangan dan kondisi kita masing masing.

Selain itu, kita memang tidak mungkin sanggup berkorban seperti yang dilakukan Nabi Ibrahim, tapi paling kurang kita berusaha mengorbankan sifat sifat kebinatangan yang menguasai jiwa kita, kita matikan sifat iri dan dengki pada teman dan tetangga, kita ganti dengan rasa syukur dengan yang sudah kita punya.

Ibadah qurban mengajarkan kita untuk menekan egoisme pribadi yang sering kali menghalangi kita dalam menjalankan kebaikan, terlebih dalam konteks Pilpres 2024. Jangan biarkan perbedaan politik memecah belah kita sebagai umat, apalagi menjadi sumber konflik dan permusuhan diantara kita. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah perbedaan politik yang ada dan kita tinggalkan egoisme dan menggantikannya dengan kasih sayang, empati dan kepedulian terhadap sesama tanpa memperdulikan perbedaan suku, agama, atau latar belakang sosial,” ujarnya.

Sementara itu Kadis Koperasi dan UMKM Provinsi Sulut Ronal Sorongan saat membacakan sambutan Gubernur menyampaikan penyerahan hewan qurban ini sebagai bentuk komitmen, perhatian dan antuasias pemerintah daerah dalam mendukung perayaan keagamaan, juga sebagai perwujudan tali kasih dan kebersamaan demi menjaga nilai nilai kekeluargaan dan kerukunan yang terjaga baik hingga saat ini.

Ini merupakan program rutin pemerintah Provinsi Sulut, kiranya komitmen dan kontribusi ini akan senantiasa turut memberikan manfaat yang luar biasa kepada umat muslim yang akan merayakan Idul Adha, khususnya bagi kaum yang berhak memperoleh daging yang disembelih untuk bisa dinikmati bersama sanak keluarga,” ungkap Ronal.

Ditambahkannya, saya yakin jika hubungan ini mampu dijaga secara berkelanjutan, tentunya akan menjadi sangat baik dalam menjaga hubungan emosional antara masyarakat dan pemerintah daerah.

“Mari, kita sambut dan rayakan Idul Adha tahun ini dengan penuh sukacita, niat yang tulus dan ikhlas sehingga memberikan kebaikan bagi kita semua,” tandas Kadis.

Usai pelaksanaan sholat Idul Adha, Danrem 131/Santiago bersalaman dengan anggota beserta masyarakat yang melaksanakan sholat Idul Adha, kemudian dilanjutkan ramah tamah makan bersama di Pendopo Makorem 131/Santiago.

Kegiatan dirangkaikan dengan penyerahan hewan qurban dari Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang diwakili oleh Kadis Koperasi dan UMKM Provinsi Sulut Ronal Sorongan kepada Komandan Korem (Danrem) 131/Santiago Brigjen TNI Wakhyono dan dilanjutkan kepada Imam Masjid Kyai Mojo Korem 131/Santiago H Suparno untuk dilakukan penyembelihan hewan qurban.(50)

Komentar