Tetap lanjut, PPKM juga turun ke level III
METRO, Bitung- Kabar baik datang dari Bitung terkait penanganan Covid-19. Status Kota Cakalang kini turun ke zona oranye setelah sebelumnya berada di zona merah. Artinya, resiko penularan di daerah ini dianggap tidak terlalu tinggi.
Pitter Lumingkewas selaku Plt Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Bitung mengakui hal tersebut. Kepada wartawan saat dikonfirmasi Rabu (11/08) kemarin ia memberi penjelasan.
“Itu dari provinsi yang menentukan. Kami diberitahu Hari Selasa, katanya Bitung sudah turun dari zona merah ke oranye,” tukasnya.
Penurunan status itu dipicu beberapa faktor. Selain penularan yang dianggap tidak terlalu tinggi, tingkat kesembuhan pasien serta ketersediaan kamar di rumah sakit juga ikut menentukan.
“Beberapa hari lalu kita memang mencatat kasus harian tinggi, yaitu 196 kasus. Tapi setelah itu terjadi penurunan dan kemarin (Selasa,red) hanya 49 kasus. Disamping itu, sampai kemarin banyak juga pasien kita yang sembuh. Ada 261 kalau tidak salah. Jadi dengan begitu ikut berdampak pada BOR (Bed Occupancy Rate) atau tingkat keterisian kamar di rumah sakit,” paparnya.
Pitter pun menjelaskan bahwa penurunan status itu diikuti dengan penyesuaian terhadap penerapan PPKM. Jika sebelumnya berada di level IV, kini turun ke level III. Keputusan dimaksud tercantum dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2021.
“Dan Pak Walikota sudah menindaklanjuti hal itu dengan menerbitkan surat edaran. Mulai tanggal 10 sampai 23 Agustus nanti Bitung menerapkan PPKM level III,” katanya.
Walikota Bitung Maurits Mantiri ikut berbicara perihal ini. Ia berterima kasih kepada masyarakat yang dinilainya telah bekerjasama dengan baik.
“Keberhasilan turun ke zona oranye dan diikuti dengan PPKM level III bukan hanya milik kita (pemerintah,red). Peran masyarakat dalam mendukung kebijakan yang ditetapkan sangat besar. Sebab sekalipun kebijakannya bagus tapi tidak mendapat dukungan dari masyarakat, hasilnya pasti tidak baik,” tuturnya.
Maurits mengapresiasi kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan PPKM. Ia pun berharap hal itu terus dipertahankan sampai situasi benar-benar pulih. Karenanya, sekalipun PPKM sudah turun ke level III, ia menyatakan belum akan membuat pelonggaran.
“Dan kami harap ini bisa dimengerti oleh semua pihak. Meskipun turun tapi kita tidak boleh terlena. Jangan sampai karena dilonggarkan kasus kembali naik dan membuat situasi tidak terkendali. Jadi walaupun sudah level III, ketentuannya tetap seperti sebelum ini,” tandasnya.
Sehubungan dengan kelanjutan pelaksanaan PPKM, Maurits menjamin Pemkot Bitung akan memperhatikan nasib masyarakat. Pemberian bantuan sosial berupa beras sebagai kebutuhan pokok akan terus dilanjutkan.
Dan seperti yang sudah dijalankan, bantuan tersebut akan disalurkan melalui tempat-tempat ibadah. Pemkot Bitung sengaja menggandeng pemuka agama untuk memperoleh data lengkap perihal penerima bantuan.
“Kita akan berupaya maksimal agar tepat sasaran dan merata. Makanya kalau ada kesalahan data tolong diinformasikan. Secepatnya akan diperbaiki supaya akurat,” ucapnya.
Sebagaimana data dari Dinas Kesehatan Pemkot Bitung, hingga Selasa (10/08) lalu total kasus positif di daerah ini sebanyak 2.479. Data itu diikuti dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 2.301, pasien meninggal 53 kasus, dan pasien yang masih dirawat 125 orang.
Kemudian untuk jumlah kelurahan yang masih berada di zona merah juga ikut menurun. Saat ini tersisa enam kelurahan, yaitu Pinokalan di Kecamatan Ranowulu, Manembo-nembo Atas, Manembo-nembo Tengah dan Sagerat Weru Satu di Kecamatan Matuari, serta Girian Permai dan Girian Indah di Kecamatan Girian.(69)





