KORANMETRO.COM- Badai tropis melanda wilayah Sulawesi Utara (Sulut). Cuaca ekstem berupa hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang disertai petir dan angin kencang menerjang sejumlah wilayah, sejak kemarin.
Kondisi ini disebabkan kombinasi fenomena bibit siklon tropis 99W, gelombang atmosfir tropis MJO dan rossby eguotorial di wilayah Sulut.
BMKG mencatat bibit siklon tropis 99W yang terpantau di Timur Filipina memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca di wilayah perairan Sulawesi Utara. Kecepatan angin diprediksi 6-30 knots, dengan tinggi gelombang berkisar 1,25-2,5 meter.
Akibat gelombang tinggi, nelayan di wilayah pesisir Kota Manado, terpaksa parkir perahu.
Mereka memilih tak melaut, karena khawatir dengan risiko perahu dihantam ombak jika memaksa mencari ikan.
Di daerah pesisir pantai utara Kota Manado, tepatnya sepanjang kawasan Boulevard Sindulang, terlihat belasan perahu nelayan terparkir jauh dari bibir pantai.
“Sejak kemarin saya tak mencari ikan. Perahu saya angkat ke darat, takut dihantam gelombang,” ungkap Ahmad, warga Kelurahan Maasing, saat ditemui, Selasa (26/5/2026) sore.
Senada dikatakan Jimmi, nelayan asal Kelurahan Mahawu. Ia mengaku sempat turun melaut kemarin malam, namun balik ke pantai gara-gara tingginya gelombang.
“Awalnya cuaca bagus, jadi saya putuskan turun melaut. Saya sudah sempat naik perahu, tapi sekitar pukul 7, cuaca berubah, angin kencang sehingga gelombang jadi tinggi,” tutur Jimmi.(ian)






