oleh

Penataan Pasar Rakyat di Manado Ditargetkan Selesai Tahun 2020

Walikota Manado saat menyampaikan sosialisasi

METRO, Manado – Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) bekerjasama dengan PD Pasar melaksanakan sosialisasi penataan dan pembinaan pedagang pasar rakyat, Selasa (29/10/2019) di Pasar Bersehati.
Walikota Manado GS Vicky Lumentut dalam penyampaiannya mengatakan penataan pasar tradisional menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kota Manado dan ditargetkan selesai di bulan Desember tahun 2020.

“Saya dan pak Wakil Walikota (Mor Bastiaan) sudah berkomitmen agar smua program pembangunan dapat selesai sesuai target,” kata Walikota.
Dikatakannya, renovasi dan rehabilitasi pasar sudah dilakukan baik di pasar Bersehati dan pasar Pinasungkulan Karombasan.
Namun yang menjadi catatan yakni keadaan tiga hanggar di Pasar Bersehati yang belum bisa diperbaiki pihak Pemkot karena hanggar yang dibangun lewat dana Kementerian oleh pihak Disperindag Provinsi Sulut belum diserahkan ke pihak Pemkot sampai saat ini.

“Kita harapkan dalam waktu dekat sudah dapat diserahkan agar dapat segera kita perbaiki,” harap GSVL, sapaan akrab Walikota.
Walikota mengungkapkan, pinjaman dana dari PT SMI oleh Pemkot Manado diantaranya akan dipergunakan untuk penataan pasar tradisional.

Selain dua pasar besar telah direnovasi, adapula pasar baru yang telah selesai dibangun di kelurahan Malalayang 1 yang diberi nama Pasar Restorasi. Pasar Restorasi ini menjadi salah satu pasar yang diproyeksikan menjadi pasar induk di Kota Manado. Pasar induk lain yang dalam proses pembangunan yakni Pasar Buha. Pasar Buha ini akan dibangun di dekat lokasi TPA Sumompo yang sudah akan ditutup oleh Pemkot Manado.
“Kita pastikan pasar Buha ini tidak akan bau karena saat sudah selesai dibangun, TPA juga sudah ditutup. Dan untuk pengolahan sampahnya nanti akan diadakan alat pembakar sampah, sama seperti yang sudah ada di Pasar Malalayang. Dua Pasar ini akan menjadi pasar induk dimana setiap bahan untuk dijual di pasar nantinya akan lebih dahulu masuk di dua pasar ini,” jelas walikota.

Sementara itu, jajaran Forkopimda Kota Manado yang hadir, Kepala PN Manado, Lukman Bachmid dan Dandim 1309/Mdo, Kolonel Arh Christian NF Tanjong memgapresiasi keberadaan pasar tradisional di Kota Manado. Namun juga perlu menjadi perhatian terkait kebersihan, penataan di dalam pasar dan kenyamanan bagi penjual dan pembeli.
Di sisi lain, Direktur Utama PD Pasar Kota Manado, Stenly Suwuh mengatakan penataan pasar rakyat sebagai komitmen Walikota dan Wakil Walikota dan pihak PD Pasar sebagai instansi berwenang untuk mensukseskan program pro rakyat dalam pengelolaan pasar tradisional.
Kesempatan ini juga dimanfaatkan pedagang untuk berinteraksi dengan Walikota.

Hadir pula dalam kegiatan ini, Wakil Walikota Manado Mor Bastiaan, Kepala Disperindag Manado Hendrik Warokka serta jajaran pejabat hingga Pemerintah kecamatan, kelurahan dan kepala lingkungan se-kecamatan Wenang.(rey)