oleh

Anggota Intel Kodim jadi Korban Penganiayaan

Terjadi di tempat hiburan, pelaku kakak beradik berstatus residivis

METRO, Bitung- Penganiayaan menimpa seorang anggota TNI yang bertugas di Kodim 1310/Bitung. Sertu Meldi Mangeke nama prajurit tersebut, dikeroyok orang saat berada di sebuah tempat hiburan malam. Akibatnya, Sertu Meldi kini harus dirawat intensif di RSU Prof Kandou Manado.

Kasus penganiayaan ini diungkap Polres Bitung dalam konferensi pers Selasa (26/01) kemarin. Agenda itu dilaksanakan setelah pelaku pengeroyokan terhadap Sertu Meldi sudah tertangkap. Ada dua orang yang jadi tersangka, yakni IT alias Ishak dan TT alias Tisen. Dua orang ini tercatat beralamat di Desa Tatelu, Kecamatan Dimembe, Minahasa Utara.
Kasus tersebut terjadi pada Senin (25/01) sekitar pukul 00.45 WITA.

Kala itu korban dan pelaku berada di Sarona Pub and Karaoke di Kelurahan Manembo-nembo Tengah, Kecamatan Matuari. Meski begitu, antara pelaku dan korban tidak saling mengenal.

“Para pelaku awalnya berada di tempat karaoke bersama dua orang teman mereka. Selesai dari situ mereka pindah ke diskotik yang tempatnya bersebelahan,” ungkap Kapolres Bitung AKBP Winardi Prabowo dalam keterangan pers.

Saat berada di diskotik itulah kericuhan terjadi. Pemicunya adalah ulah salah satu pelaku yang menaruh seekor ayam di atas meja. Pelaku membawa ayam karena ditenggarai baru selesai mengikuti judi sabung ayam.

“Karena menyebabkan keributan pengelola pub meminta tolong korban. Korban lalu mendatangi meja pelaku dan menegur mereka. Nah, setelah itulah terjadi adu mulut yang berujung penganiayaan,” beber Winardi perihal awal kejadian.

Adu mulut antara korban dan pelaku berlanjut sampai di luar diskotik. Korban kemudian dikeroyok kedua pelaku yang berstatus adik-kakak. Korban tak kuasa melawan sehingga dirinya terluka parah di bagian kepala. Ia bahkan jatuh pingsan di lokasi kejadian. Sementara, kedua pelaku langsung kabur meninggalkan tempat.

“Sempat dibawa ke RSUD Bitung tapi kemudian dirujuk ke Manado,” ujar Kapolres soal kondisi korban.

Ishak (43) dan Tisen (40) pasca kejadian sempat berupaya kabur ke luar daerah. Keduanya takut setelah menyadari korban yang dikeroyok adalah personil TNI. Namun karena merasa bersalah, residivis kasus penikaman dan pembunuhan itu memilih menyerahkan diri.

“Kami sudah membentuk tim gabungan yang beranggotakan personil Resmob dan Intelijen Kodim Bitung. Tapi pelaku ternyata sudah menyerahkan diri di Polres Minut. Mereka kemudian dijemput Tim Maleo dan diamankan di Polda Sulut,” imbuh Kapolres.

Letkol Inf Benny Lesmana selaku Dandim 1310/Bitung turut berbicara. Ikut hadir dalam konferensi pers yang dilaksanakan Polres Bitung, ia mengaku senang penganiaya Sertu Meldi sudah tertangkap. Ia pun menegaskan mendukung penuh kepolisian untuk memproses kasus dimaksud.

“Bersyukur karena kasus ini sudah terungkap. Dan sekarang kami mendukung penuh Polres Bitung untuk mengungkap kasus ini. Kami prajurit TNI akan tetap fokus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tandasnya.(69)

Komentar