oleh

RSUD Ambang Boltim Sediakan Ruangan Karantina Pasien Covid-19

METRO, Boltim- Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Landjar namai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pratama milik Pemerintah Daerah (Pemda) di Desa Sumberedjo Kecamatan Modayag adalah RSUD Ambang Boltim.

Hal ini disampaikan Bupati ditengah acara peresmian gedung rumah sakit, Kamis (04/02) kemarin.

Dia mengatakan, meskipun belum semuanya dibangun, tetapi gedung utamanya telah selesai seratus persen dan sudah bisa dimanfaatkan untuk pelayanan pasien Covid-19.

“Jika ada warga Boltim positif Covid-19, maka mereka bisa menjalani karantina di RSUD Ambang ini. Tidak harus jauh-jauh lagi ke rumah sakit Kota Kotamobagu atau Manado,” ungkap Sehan.

Sehan mengaku, proses pembangunan RSUD tipe C Boltim tidaklah muda. Perencanaanya sejak tahun 2013 silam. Tetapi selalu terkendala lahan. Kata dia, sesuai rencana awal akan dibangun di Kecamatan Motongkat.

Namun tidak diperbolehkan, karena aturan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) harus diwilayah Kecamatan Modayag. Nah, seiring berjalanya waktu akhirnya menghasilkan keputusan bahwa RSUD dibangun di Desa Tobongon. Sayangnya, upaya pembebasan lahan mengalami jalan buntu.

“Saya sebagai Bupati sebetulnya sudah menyerah. Tidak semangat lagi melanjutkan program pembangunam RSUD karena akan mengakhiri masa jabatan periode kedua. Tapi saya tidak menyangka Kepala Dinas Kesehatan Eko Marsidi terus berjuang untuk pengadaan lahan sekaligus melobi anggaran DAK di Kementrian Kesehatan.

Tahu-tahu Eko datang memberutahukan lahanya sudah siap dan anggaran DAK telah disetujui tahap pertama Rp 40 Miliar lebih. Ketika itu juga saya minta harus secepatnya dibangun supaya anggaran tersebut tidak dialihkan ke daerah lain.

Jadi terlaksana pembangunan RSUD sampai diresmikan hari ini begitu panjang prosesnya,” terang Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boltim Eko Marsidi,SKM,ME dalam laporanya menerangkan, tahap pertama pembangunan RSUD Ambang ini menghabiskan anggaran sekitar Rp 28 Miliar. Ditambah pengadaan alat kesehatan sekitar Rp 15 Miliar.

“Pemanfaatan RSUD tinggal menunggu Izin operasional keluar. Tenaga kesehatan Dokter dan Perawat sudah siap. Soal IMB, Amdal, UKL dan lainnya sudah selesai,” jelas Eko.(40)

Komentar