oleh

1.265 Tenaga Kesehatan Tuntas Ikuti Vaksinasi

Susul Maurits, Lomban dapatkan suntikan pertama

METRO, Bitung- Sebanyak 1.265 tenaga kesehatan di Bitung telah menuntaskan keikutsertaan pada program vaksinasi Covid-19. Meski begitu, pemberian vaksin tahap pertama di daerah ini belum tuntas. Situasi itu pun berdampak terhadap jadwal pemberian vaksin tahap kedua yang harus molor.

Hal ini diakui oleh Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Bitung Jeanestte Watuna. Dikonfirmasi Senin (01/03) kemarin, ia menyebut belum semua tenaga kesehatan sudah terlayani program dimaksud.

“Masih ada beberapa yang belum menerima dosis kedua, jumlahnya puluhan orang. Mereka sudah ikut penyuntikan pertama tapi yang kedua belum,” ucapnya.

Sewaktu penyuntikan dosis pertama awal Februari lalu, sebanyak 1.338 tenaga kesehatan terdata sebagai penerima vaksin. Mereka mengikuti penyuntikan di delapan puskesmas serta tiga rumah sakit yang ada di Bitung. Jika melihat data itu, artinya ada 73 orang yang belum menerima vaksin dosis kedua.

“Kalau sudah semua baru kita masuk ke vaksinasi tahap kedua,” ujar Jeanestte.

Mantan Dirut RSUD Bitung ini lalu berbicara jadwal pemberian vaksin tahap berikut. Agenda itu kata dia, baru bisa dilaksanakan awal bulan berjalan ini. Paling lambat minggu depan agenda tersebut sudah akan berlangsung.

“Sebelumnya kita targetkan minggu terakhir Februari. Tapi karena tahap pertama belum selesai jadi belum dilaksanakan. Dan kebetulan juga kita masih mendata calon penerima vaksin. Data belum lengkap jadi masih dirampungkan,” katanya.

Ia pun kembali membeber kelompok prioritas dalam pemberian vaksin tahap kedua. Jika di tahap pertama fokus pada tenaga kesehatan dan very important person, tahap kedua mulai menyasar masyarakat umum. Yang mana, pemberian vaksin pada tahap ini sangat dinanti karena bisa jadi parameter kemanjuran vaksin.

“Selain ASN dan TNI/Polri vaksin tahap dua ini sangat penting karena masyarakat mulai menerima. Ada kaum lansia, pedagang pasar, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga yang bekerja di tempat umum atau fasilitas publik. Nah, karena cakupan pemberian vaksin ini sudah lebih luas, kita bisa mengukur efektivitas program ini. Kita bisa melihat apakah manjur atau tidak vaksin yang diberikan. Kalau manjur, berarti cita-cita mewujudkan herd immunity bisa tercapai,” papar Jeanestte.

Sementara itu, pemberian vaksin bagi kalangan very important person berlanjut kemarin. Walikota Bitung Max Lomban untuk kali pertama menerima suntikan vaksin Sinovac. Sebelumnya, pada pencanangan program ini awal bulan lalu, ia sempat gagal divaksin karena terkendala usia.

Kala itu ketentuan yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan melarang kaum lansia menerima vaksin. Lomban yang sudah berusia 64 tahun otomatis tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan itu.

Akan tetapi, karena ketentuan itu sudah direvisi oleh Kementerian Kesehatan, yang bersangkutan pun bisa ikut menerima vaksin. Ia kini menyusul Wakil Walikota Maurits Mantiri yang sudah lebih dulu divaksin.

Maurits sendiri sudah menuntaskan keikutsertaan dalam vaksinasi. Kemarin ia menjalani suntikan dosis kedua di Puskesmas Bitung Barat, Kecamatan Maesa. Ia pun sudah menerima kartu vaksinasi dari Dinas Kesehatan setempat. Kartu tersebut khusus diberikan bagi mereka yang sudah menerima dosis lengkap vaksin Covid-19.

“Saya bersyukur sudah selesai mengikuti vaksinasi. Bersyukur juga karena sampai detik ini masih diberi kesehatan,” tukasnya kepada wartawan usai menerima suntikan.

Dalam kesempatan itu Maurits tak lupa menyampaikan penegasan. Ia menyatakan bahwa Bitung harus sukses melaksanakan program vaksinasi. Bagi semua pihak yang masuk kategori wajib divaksin, ia meminta mereka tidak menghindar.

“Semua yang wajib divaksin harus ikut. Ini untuk kepentingan kita semua jadi sebaiknya jangan ada yang menghindar. Saya dan banyak orang sudah membuktikan ini aman dan halal jadi tidak perlu takut. Dan perlu saya sampaikan, nantinya di pemerintahan baru program ini tetap jadi prioritas,” tandasnya.(69)

Komentar