oleh

Puting Beliung di Tumaluntung, Lombok: Ini Bencana Nasional

METRO, Manado- Kurang lebih 128 rumah di desa Tumaluntung Kecamatan Tareran, Minahasa Selatan mengalami kerusakan berat akibat angin puting beliung yang menghantam daerah tersebut, Kamis (24/6/2021). Pemerintah pun diminta untuk segera menyalurkan bantuan bagi korban bencana.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua DPRD Sulut Billy Lombok yang juga turun langsung ke lokasi bencana untuk menyalurkan bantuan.

“Ini menjadi keprihatinan kami. Ratusan rumah jadi korban akibat puting beliung di Tumaluntung,” tutur wakil rakyat dapil Minsel-Mitra ini, Minggu (27/6/2021).

Dengan kondisi tersebut, politisi Partai Demokrta itu mengatakan bahwa bencana angin puting beliung yang terjadi di Tumaluntung harusnya menjadi bencana nasional .

“Ada 128 rumah rusak parah. Sesuai tingkat bencana, sudah merupakan bencana nasional. Karena tingkat bencana daerah adalah 50 rumah,” tambah Lombok.

Apalagi kata dia, ada juga warga lanjut usia yang harus dilarikan ke rumah sakit akibat bencana ini.

“Jadi bukan hanya kerusakan rumah, seorang lansia jadi korban dan sudah dibawa ke RS Kalooran Amurang,” tambahnya lagi.

Terkait dengan hal ini, Pemerintah Kabupaten Minsel mencatat ada 119 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak, dan rumah-rumah mengalami rusak ringan.

“Bencana alam itu terjadi pada Kamis (24/6/2021). 199 KK terdampak, beberapa rumah memang rusak total diterjang puting beliung, ada juga rusak ringan,” kata Bupati Minahasa Selatan Franky Wongkar.

Dia mengatakan, pemerintah sudah memberikan bantuan kepada warga yang terdampak bencana.

“Selain bantuan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, Pemerintah Propinsi (Pemprop) Sulawesi Utara juga sudah membantu para warga. Bantuan yang diberikan berupa sembako dan uang untuk mereka membeli bahan bangun,” ujar Franky.

Pemkab Minahasa Selatan sudah menyiapkan tenda dan dapur umum.

“Warga yang rumahnya rusak berat ada yang tinggal di kelurga mereka, ada yang di tempat penampungan, tetapi kebanyakan di tempat keluarga mereka,” sebut dia.

Menurut Franky, sesuai informasi dari warga setempat, musibah angin puting beliung terjadi secara tiba-tiba. “Angin yang berputar-putar dari arah utara dan datang ke situ (Desa Tumaluntung),” ujar dia.

Dia mengimbau warga tetap waspada dalam cuaca ekstrem.

“Selalu waspada jika terjadi cuaca ekstrim,” imbaunya.(37)

Komentar