KORANMETRO.COM- Bandara Sam Ratulangi (Samrat) Manado, mencatatkan peningkatan signifikan pergerakan penumpang pada puncak arus mudik yakni tanggal 14 Maret 2026 atau H-6 Lebaran 1447 Hijriah.
Di tanggal 14 Maret 2026, jumlah penumpang yang tiba dan berangkat mencapai 7.864 orang, meningkat 28,3 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang sebanyak 6.130 penumpang.
Seiring peningkatan jumlah penumpang, pergerakan pesawat udara juga naik sebanyak 69 penerbangan. Angka ini meningkat 13 persen dibandingkan tahun 2025 yang sebanyak 61 pergerakan pesawat.
Sedangkan pergerakan kargo, tercatat mengalami penurunan. Pada H-6, jumlah kargo sebanyak 68 ton, angka ini mengalami penurunan sebesar 9,2 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 75 ton.
“Penurunan kargo dibandingkan tahun sebelumnya dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah penumpang pada periode mudik, yang berdampak pada berkurangnya kapasitas kompartemen bagasi pesawat yang dapat dimanfaatkan untuk pengangkutan kargo,” ungkap Radityo Ari Purwoko, General Manager Bandara Samrat.
Kata Purwoko, peningkatan trafik di Bandara Samrat menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat pada masa mudik Lebaran tahun ini serta semakin pulihnya sektor transportasi udara pascapandemi.
“Peningkatan jumlah penumpang ini merupakan indikator positif bagi pemulihan sektor penerbangan,” ucap Purwoko.
Menurutnya, pihak bandara telah mengantisipasi lonjakan penumpang dengan mengoptimalkan operasional serta memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam Posko Angkutan Lebaran, seperti maskapai, otoritas bandara, TNI/Polri, AirNav, ground handling, serta instansi terkait lainnya.
“Kami bersama seluruh stakeholder yang tergabung dalam Posko Lebaran berkomitmen untuk memastikan operasional bandara berjalan lancar, aman, dan tetap mengutamakan pelayanan terbaik bagi para pengguna jasa,” katanya.(ian)






