oleh

BNNP Sulut Ungkap Kasus Sabu Jaringan Antar Pulau

METRO, Manado- Peredaran narkoba kembali digagalkan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulut. Tim BNNP Sulut berhasil mengamankan narkotika jenis shabu seberat 41 gram dan menangkap dua bersaudara sebagai tersangka yang salah satunya berstatus warga binaan Lapas kelas II B Tondano.

Hal ini terungkap dalam pres release di kantor BNNP Sulut dipimpin Kepala BNNP Sulut. Brigjen Pol Drs Victor J Lasut, M.M, Jumat (8/01).

Diungkapkannya, dari informasi yang diperoleh, Tim Tindak Kejar BNNP Sulut kemudian melakukan penelusuran dan menangkap salah satu tersangka inisial PT (31) ketika hendak mengambil kiriman paket di salah satu kantor jasa pengiriman barang yang terletak di wilayah Wenang Kota Manado pada 22 Desember 2020 lalu. Kiriman berisi 2 paket narkotika shabu ini dikirim dari Jakarta.

Dari hasil interogasi petugas kepada tersangka PT, diketahui bahwa dirinya disuruh oleh saudaranya inisial JT (33) yang saat ini masih berstatus tahanan di Lapas Kelas II B Tondano.
Tim BNNP Sulut kemudian berkoordinasi dengan pihak Lapas untuk menginterogasi lelaki JT. Dari interogasi tersebut, JT mengakui bahwa benar paket kiriman tersebut adalah miliknya. Dimana dia meminta PT yang berprofesi sebagai sopir untuk mengambil barang tersebut yang dikirim menggunakan jasa pengiriman barang.

“JT sedang menjalani hukuman di Lapas Tondano yang juga kasus yang sama, narkotika,” ungkap Kepala BNNP Sulut.

Lasut mengatakan ada kemungkinan tersangka dalam kasus ini bertambah. Karena pihaknya masih melakukan penelusuran lebih lanjut. Baik identitas pengirim paket shabu dari Jakarta tersebut hingga kepada siapa narkotika ini akan diedarkan. Dimana diketahui barang ini hendak kembali dijual oleh JT. Namun pihak BNNP Sulut terlebih dulu telah mengungkap kasus ini sebelum dijual ke pembeli.

“Dengan kasus ini, ada kemungkinan penambahan tersangka. Tapi kita masih melakukan penyelidikan,” ungkapnya.

Dari pengungkapan kasus ini diamankan barang bukti narkotika jenis shabu total 41 gram. Serta barang bukti non narkotika, 1 dos bungkusan paket, 1 plastik warna abu-abu, 1 unit handphone dan 1 kertas resi pengiriman.

Terhadap para tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) UU RI NO. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.(85)

Komentar