oleh

316 Pelanggar Terjaring Operasi Yustisi di Minut

banner 1050236

Robby Parengkuan SH

 

 

METRO, Airmadidi – Sejak diberlakukannya Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 45 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai pencegahan dan pengendalian Covid-19 tersebut, pada September lalu hingga Rabu (14/10/2020) lalu sebanyak 316 pelanggar terjaring Operasi Yustisi di Minahasa Utara.

Operasi Yustisi yang sudah sebulan dilaksanakan ini melibatkan Satpol PP, Polres Minut di-back up Kejari dan Pengadilan Negeri Airmadidi.

“Sampai 14 Oktober pelanggar yang terjaring Operasi Yustisi berjumlah 316 orang,” papar Kadis Satpol PP dan Damkar Minut Robby Parengkuan SH, Kamis (15/10/2020). 

Lanjutnya 316 pelanggar tersebut terdiri dari pelanggaran ringan seperti lupa pakai masker dan pelanggaran sedang yaitu tidak membawa masker.

“Untuk pelanggaran ringan di berikan sanksi teguran secara lisan. Sedangkan pelanggaran sedang mendapat sanksi pekerjaan sosial seperti menyapu. Masyarakat saat ini sudah semakin sadar. Buktinya belakangan ini pelanggar yang terjaring perhari hanya sekitar 10 orang jika dibandingkan pada awal-awal Operasi Yustisi,” papar Kadis.

Lanjutnya untuk pelanggaran berat sesuai Perbud nomor 45 tahun 2020 diberi sanksi denda dan sanksi administrasi.

Diketahui dalam Perbup nomor 45 tahun 2020 ada sanksi tegas bagi para pelanggar. Bagi perorangan, akan diberi teguran lisan atau teguran tertulis, kemudian kerja sosial, serta denda administrasi sebesar Rp100 ribu.  Bagi perorangan yang menyelenggarakan acara suka atau pun duka, dikenakan denda sebesar Rp500 ribu.

Kemudian bagi pelaku usaha, pengelola penyelenggara atau penanggungjawab tempat dan faailitas umum, akan diberi teguran lisan atau teguran tulisan, denda administrasi sebesar Rp1 juta, bahkan penghentian sementara operasional usaha dan pencabutan izin usaha.(RAR)

 

Komentar